Harga Sawit Anjlok di Sanggau, Apkasindo Desak Pemkab Lebih Responsif dan Transparan Soal CSR Perusahaan

Penulis: Wisnu Wardana  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:02:16 WIB
Harga tandan buah segar sawit di Sanggau terus mengalami penurunan signifikan.

SANGGGAU — Harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani di Sanggau dilaporkan terus jatuh, memukul pendapatan puluhan ribu kepala keluarga yang menggantungkan hidup pada komoditas ini. Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sanggau menilai situasi ini sudah kritis dan membutuhkan intervensi segera.

Ketua DPD Apkasindo Sanggau, dalam pernyataan yang diterima redaksi, mengkritik lambannya respons Pemkab Sanggau. Ia menegaskan bahwa fluktuasi harga sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu, namun hingga kini belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menstabilkan harga atau melindungi petani dari tekanan pasar.

Desakan Transparansi Dana CSR Perusahaan Sawit

Selain persoalan harga, Apkasindo Sanggau juga menyoroti penggunaan dana CSR dari perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah itu. Mereka mendesak agar alokasi dan realisasi dana tersebut dibuka secara transparan kepada publik.

"Kami minta Pemkab Sanggau tidak hanya diam. Kalau harga anjlok seperti ini, peran CSR perusahaan harus dirasakan langsung oleh petani. Jangan sampai dana itu hanya mengalir untuk proyek-proyek yang tidak menyentuh kebutuhan mendasar petani," ujar Ketua DPD Apkasindo Sanggau.

Apa yang Bisa Dilakukan Pemkab Sanggau?

Apkasindo mendorong Pemkab untuk segera memanggil seluruh perusahaan perkebunan sawit di Sanggau. Tujuannya, merumuskan skema pembelian TBS dengan harga yang lebih layak di tengah anjloknya harga pasar global.

Langkah lain yang didesak adalah pembentukan tim pengawas harga di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS). Selama ini, petani kerap mengeluhkan selisih harga yang terlalu besar antara harga di pabrik dan harga yang mereka terima di lapangan.

Dampak ke Petani: Pendapatan Merosot Drastis

Harga TBS di tingkat petani di Sanggau dilaporkan turun hingga menyentuh angka yang tidak sebanding dengan biaya produksi. Banyak petani, terutama yang memiliki lahan sempit, mulai kesulitan menutup biaya perawatan kebun dan pupuk.

"Kami berharap ada kebijakan afirmatif dari pemda. Jangan sampai petani kecil yang paling dirugikan. Sawit adalah sumber ekonomi utama di sini," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemkab Sanggau terkait desakan Apkasindo. Rencananya, Apkasindo akan mengirimkan surat resmi dan meminta audiensi dengan Bupati Sanggau dalam waktu dekat.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top