Pencarian

Polres Bengkayang Perkuat Penanganan Karhutla dengan 30 Personel Brimob, Disiagakan di Tiga Kecamatan

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:16:31 WIB
Polres Bengkayang Perkuat Penanganan Karhutla dengan 30 Personel Brimob, Disiagakan di Tiga Kecamatan
Personel Brimob mengikuti apel kesiapsiagaan penanganan karhutla di halaman Mapolres Bengkayang.

BENGKAYANG — Polres Bengkayang tidak lagi mengandalkan personel internal saja dalam memadamkan api di lahan gambut. Wakapolres Bengkayang, Kompol Suparwoto, menyebut satu peleton Brimob yang tiba merupakan instruksi langsung dari Kapolri untuk memperkuat jajaran di daerah yang tengah dilanda darurat asap.

“Brimob yang kita terima sebanyak satu peleton dan akan ditempatkan di tiga rayonisasi, yakni 15 personel di Kecamatan Sungai Raya, 5 personel di Bengkayang, dan 10 personel di Jagoi Babang,” kata Suparwoto di Kantor Polres Bengkayang, didampingi Kasi Humas Ipda Boni Pasius.

Penyebaran Personel untuk Percepat Mobilisasi

Pembagian lokasi penempatan personel Brimob ini bukan tanpa alasan. Tiga kecamatan tersebut dinilai sebagai titik rawan yang membutuhkan kecepatan gerak petugas saat kebakaran terjadi.

Dengan posisi yang tersebar, diharapkan personel dapat segera bergerak menuju lokasi kebakaran untuk membantu proses pemadaman. Polres juga tetap menyiagakan tiga regu personel internal setiap harinya untuk memadamkan api di seluruh wilayah hukum mereka.

Tujuh Kecamatan Rawan Karhutla dan Lahan Gambut

Kepolisian memetakan sedikitnya tujuh kecamatan yang memiliki potensi kebakaran tinggi. Wilayah tersebut meliputi Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan, Capkala, Monterado, Jagoi Babang, Seluas, dan Siding.

Sebagian besar wilayah tersebut merupakan kawasan dengan hamparan lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika api sudah menjalar ke dalam tanah. Kondisi ini diperparah dengan kabut asap yang mulai mengganggu aktivitas warga.

“Situasi saat ini sudah darurat karhutla dan kabut asap juga mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk perekonomian dan situasi kamtibmas,” ujarnya.

Dampak Kabut Asap Mengancam Kesehatan dan Transportasi

Kabut asap yang menyelimuti Bengkayang tidak hanya mengganggu pernapasan. Polres mengkhawatirkan dampak lanjutan yang bisa melumpuhkan aktivitas publik, mulai dari gangguan pada jadwal penerbangan hingga proses belajar mengajar di sekolah.

Kepolisian juga mengantisipasi potensi kebakaran yang meluas hingga mendekati kawasan permukiman penduduk apabila penanganan di lapangan tidak berjalan cepat.

Polisi Minta Warga Hentikan Pembakaran Lahan

Di tengah penguatan personel, Polres Bengkayang mengingatkan masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membakar lahan, baik untuk persiapan pertanian maupun perkebunan. Metode ini dinilai sangat berisiko di tengah kondisi cuaca kering saat ini.

“Kita sama-sama menjaga untuk saat ini tidak lagi melakukan pembakaran lahan untuk persiapan pertanian atau perkebunan. Situasinya sudah seperti ini dan dampaknya sudah banyak mengganggu aktivitas masyarakat, sehingga harus dihentikan agar kabut asap tidak semakin parah,” tegas Suparwoto.

Pencegahan dari masyarakat dinilai menjadi kunci utama menekan munculnya titik api baru. Penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat dan petugas pemadam di lapangan.

Dengan tambahan pasukan Brimob dan kesiapsiagaan tiga regu harian, kepolisian berharap respons terhadap karhutla di Kabupaten Bengkayang dapat dilakukan lebih cepat, sekaligus mengurangi dampak kebakaran dan kabut asap terhadap masyarakat.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks