KALIMANTAN BARAT — Duel penentu nasib kedua tim akan berlangsung di Supersoccer Arena, Jumat (21/8) malam. Laga ini mempertemukan dua tim dengan perjalanan yang kontras di babak penyisihan.
Garuda Pertiwi melaju mulus dengan status juara Grup A setelah menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan. Sementara Yordania harus menunggu keajaiban di menit-menit akhir untuk memastikan tempat di babak empat besar.
Selisih Satu Gol yang Menentukan Nasib Yordania
Yordania nyaris gagal melangkah ke semifinal. Mereka finis sebagai runner-up Grup B dengan koleksi tiga poin, sama dengan Putri Nusantara. Bahkan, selisih gol kedua tim identik, yakni minus dua.Yang membedakan hanyalah produktivitas gol. Yordania mencetak empat gol dan kebobolan enam kali, sedangkan Putri Nusantara hanya tiga gol dan lima kali kebobolan. Satu gol itulah yang menjadi penyelamat sekaligus tiket emas bagi Yordania.
Kepastian itu didapat setelah Yordania kalah 1-3 dari Putri Nusantara pada laga terakhir grup, Rabu (19/8). Hasil pahit itu justru menjadi berkah karena produktivitas gol mereka lebih baik dari lawannya.
Ambisi Besar di Balik Catatan Kurang Meyakinkan
Pelatih Yordania, Luna Rami Amin Almasri, mengakui perjalanan timnya di fase grup sangat berat. Namun, ia menilai pengalaman bermain melawan tim-tim kompetitif menjadi modal berharga."Kami senang berada di sini, di babak semifinal, setelah tiga pertandingan yang sulit dan kompetitif. Bagi kami, sangatlah berharga memainkan pertandingan-pertandingan ini untuk pengembangan dan pertumbuhan kami sebagai sebuah tim," ucap Luna Rami, Kamis (20/8).
Meski lolos dengan cara yang dramatis, tekad Yordania untuk melaju ke final tidak surut. Luna menegaskan timnya akan tampil habis-habisan.
"Dan bagi kami, kami akan bermain dengan rasa hormat dan kami akan memberikan semua yang kami miliki untuk mencapai final," kata Luna.
Garuda Pertiwi Dianggap Punya Identitas Semangat Juang
Gelandang Yordania, Nadin Omar Qassem Abu Saliha, memberikan respek tinggi kepada calon lawannya. Ia menilai baik Garuda Pertiwi maupun Putri Nusantara memiliki karakter yang mirip."Sangat bagus bahwa kami diperkenalkan dengan gaya bermain yang berbeda-beda. Namun, saya percaya bahwa baik Indonesia A maupun B memiliki identitas yang sama, yaitu semangat juang," tutur Nadin.
Pertandingan semifinal ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Yordania. Rekor sempurna Garuda Pertiwi di fase grup menunjukkan mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Apakah Yordania mampu membuktikan diri layak tampil di final, atau justru perjalanan mereka berakhir di sini?