Pencarian

SEFAS Group Resmi Akuisisi 100 Persen Bisnis SPBU Shell di Indonesia, Merek Tetap Dipertahankan

Kamis, 20 Agustus 2026 • 17:56:33 WIB
SEFAS Group Resmi Akuisisi 100 Persen Bisnis SPBU Shell di Indonesia, Merek Tetap Dipertahankan
SEFAS Group resmi mengakuisisi 100 persen bisnis SPBU Shell di Indonesia, dengan merek Shell tetap dipertahankan melalui skema lisensi.

KALIMANTAN BARAT — Kabar akuisisi ini menjadi perkembangan baru setelah rencana pengalihan bisnis SPBU Shell pertama kali diumumkan pada 2025. Sebelumnya sempat beredar rumor bahwa pengambilalihan akan dilakukan melalui perusahaan patungan antara Citadel Pacific Limited dan SEFAS Group. Namun SEFAS menegaskan bahwa pembelian 100 persen ini dilakukan sepenuhnya oleh perusahaan secara mandiri.

Langkah Strategis SEFAS di Sektor Ritel Energi

CEO SEFAS Group Ricky Roesli menyampaikan kebanggaan perusahaan memasuki sektor ritel energi lebih dalam. Akuisisi ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis ritel energi sekaligus memperkuat peran perusahaan lokal di Indonesia.

SEFAS sendiri bukan pendatang baru di industri energi. Perusahaan yang berdiri pada 1997 ini dikenal sebagai distributor pelumas Shell di Indonesia. Pendiri SEFAS, Herman Soegeng dan Ricky Roesli, telah mengembangkan perusahaan ke berbagai bidang terkait energi dan rantai pasok.

Aset yang Dialihkan dan yang Tetap di Shell

Lingkup bisnis yang dialihkan mencakup jaringan SPBU Shell di Indonesia. Shell sebelumnya menyebut memiliki sekitar 200 lokasi SPBU, dengan lebih dari 160 lokasi dimiliki langsung oleh perusahaan. Terminal penyimpanan BBM di Gresik juga termasuk dalam transaksi ini.

Namun perlu dicatat, bisnis pelumas Shell di Indonesia tidak termasuk dalam kesepakatan akuisisi ini. Pemisahan ini membuat SEFAS fokus mengelola jaringan ritel bahan bakar, sementara bisnis pelumas tetap dipegang Shell.

Merek Shell Tetap Dipakai Lewat Skema Lisensi

Kekhawatiran konsumen soal hilangnya merek Shell di SPBU terjawab sudah. SEFAS menyatakan rencananya tetap menggunakan nama merek Shell melalui skema lisensi. Dengan begitu, aktivitas SPBU dan layanan kepada konsumen akan tetap berlanjut seperti biasa.

Langkah ini mirip dengan pola yang umum terjadi di industri ritel energi global, di mana pemilik aset dan operator jaringan bisa berbeda dengan pemilik merek. Konsumen tetap mendapatkan produk dan layanan yang sama, hanya kepemilikan usahanya yang berganti.

Tahap Penyelesaian Akuisisi dan Target Rampung

Saat ini penyelesaian akuisisi 100 persen bisnis SPBU tersebut masih menunggu persetujuan regulator dan persyaratan umum lainnya. SEFAS memperkirakan transaksi ini bisa rampung pada 2026.

Jika seluruh proses selesai, akuisisi ini akan menjadi langkah besar perusahaan lokal dalam memperluas bisnis ritel energi di Indonesia. SEFAS yang selama ini dikenal sebagai distributor pelumas, kini akan mengelola jaringan SPBU yang tersebar di berbagai wilayah.

Perpindahan kepemilikan ini juga menandai perubahan peta persaingan di sektor ritel BBM swasta tanah air. Dengan tambahan sekitar 200 lokasi SPBU, posisi SEFAS di pasar ritel energi nasional dipastikan naik kelas.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inforadar.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks