Pencarian

Lapas Kelas IIA Pontianak Perkuat UMKM Warga Binaan, dari Peternakan Ayam hingga Produksi Kopi untuk Bekal Kemandirian

Selasa, 18 Agustus 2026 • 17:09:31 WIB
Lapas Kelas IIA Pontianak Perkuat UMKM Warga Binaan, dari Peternakan Ayam hingga Produksi Kopi untuk Bekal Kemandirian
Warga binaan Lapas Kelas IIA Pontianak memanen ayam potong untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan dijual ke pasar.

PONTIANAK — Lapas Kelas IIA Pontianak tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan kerja melalui program UMKM yang produktif. Kepala Lapas Kelas IIA Pontianak, Ridha Ansari, menyatakan program ini dirancang agar para warga binaan memiliki pengalaman dan keahlian yang bisa dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

"Program tersebut mencakup berbagai kegiatan produktif, mulai dari pengolahan makanan, peternakan ayam, perikanan, hidroponik, hingga produksi kopi dan kerajinan tangan," kata Ridha Ansari di Pontianak, Selasa.

13 Ribu Ekor Ayam Potong, Sebagian Hasil Panen Dijual ke Pasar

Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah peternakan ayam potong dengan jumlah sekitar 13 ribu ekor. Hasil panennya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam lapas, tetapi juga dijual ke masyarakat luas.

"Ketika panen, kita sudah cukup di dalam, baru bisa kita jual ke luar. Sebagian dikonsumsi di dalam lapas dan sebagian dijual di pasar," ujar dia.

Barber Shop dan Laundry: Keterampilan dengan Premi Kerja

Selain sektor peternakan dan pertanian, warga binaan juga mendapatkan pelatihan di bidang jasa, seperti barber shop dan laundry. Setiap warga binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja tersebut mendapatkan premi sebagai bentuk penghargaan atas hasil pekerjaan mereka.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, menjelaskan bahwa pelibatan warga binaan dalam kegiatan kerja merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mereka yang bekerja juga mendapatkan pesangon ataupun premi dari hasil pekerjaannya.

"Di dalam lapas kita mempekerjakan warga binaan untuk meningkatkan kualitas mereka sehingga ketika bebas nanti bisa bermanfaat," kata Jayanta.

Gubernur Kalbar Apresiasi Produk Kerajinan dan Kopi

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, turut mengapresiasi beragam produk yang dihasilkan warga binaan Lapas Pontianak. Ia mengaku terkesan melihat langsung kerajinan tangan seperti miniatur kapal hingga produk kopi yang dikembangkan melalui program pembinaan tersebut.

"Wah, bagus sekali. Tadi saya kaget melihatnya, ada kerajinan seperti kapal. Banyak kerajinan dan makanan, dan yang hebat itu ada kopi," kata Ria Norsan.

Pengembangan UMKM ini menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada pemenuhan masa pidana. Kegiatan ini diarahkan untuk membangun keterampilan, produktivitas, dan kemandirian warga binaan agar memiliki modal untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks