KALIMANTAN BARAT — Pertandingan di Centre Court itu menjadi catatan bersejarah bagi Djokovic yang kini hanya tertinggal dari Martina Navratilova dalam daftar pemain dengan kemenangan tunggal terbanyak di Wimbledon. Legenda tenis putri Amerika itu mengoleksi 120 kemenangan. Kemenangan ini juga mengantar Djokovic ke babak 16 besar untuk ke-18 kalinya, menyamai catatan delapan kali juara Wimbledon, Roger Federer.
Duel Sengit Berujung Aksi 'Nyebur' di Lapangan
Babak pertama dan kedua dikuasai Djokovic dengan permainan agresif. Ia memukau penonton lewat voli akrobatik di set pembuka. Namun, Rinderknech yang pernah mengalahkan Alexander Zverev di Wimbledon tahun lalu, bangkit di set ketiga dengan mematahkan servis Djokovic dua kali berturut-turut hingga menutup set dengan skor telak 6-1.
Set keempat berjalan ketat hingga harus ditentukan lewat tie-break. Saat skor sama kuat 4-4, Rinderknech melakukan kesalahan forehand. Momen krusial terjadi saat match point: Rinderknech berlari mengejar drop shot, Djokovic membalas dengan aksi menyelam (dive) untuk mengembalikan bola dan memenangi poin. Keduanya terjatuh di lapangan, disambut gemuruh tepuk tangan penonton.
Jannik Sinner Lolos ke 16 Besar, Pecahkan Rekor
Juara bertahan Jannik Sinner juga melaju ke babak keempat setelah menundukkan Jenson Brooksby 6-4, 6-3, 6-4 di Court One. Petenis Italia itu mengandalkan servis mematikan dengan 13 ace dan 87 persen poin diraih dari servis pertama. Sinner mengakui butuh dukungan penonton untuk menyelesaikan pertandingan. "Saya butuh itu hari ini," ujarnya usai laga.
Kemenangan ini membuat Sinner mempertahankan rekor sempurna 20 kemenangan di babak ketiga Grand Slam, sebuah rekor era Open putra. Ia akan menghadapi petenis kualifikasi asal Jepang, Shintaro Mochizuki, di babak 16 besar.
Langkah Berikutnya: Djokovic Hadapi Safiullin
Djokovic selanjutnya akan berhadapan dengan petenis kualifikasi asal Rusia, Roman Safiullin, yang mengejutkan unggulan ke-23 Joao Fonseca tiga set langsung. Jika menang, Djokovic berpeluang memperpanjang rekor kemenangan tunggalnya di Wimbledon sebelum potensi perempat final melawan Jannik Sinner.