Pencarian

Inflasi Juni 2026 Didorong Kenaikan Bensin, Andilnya Lima Kali Lipat Dibanding Bawang Merah

Kamis, 02 Juli 2026 • 05:07:01 WIB
Inflasi Juni 2026 Didorong Kenaikan Bensin, Andilnya Lima Kali Lipat Dibanding Bawang Merah
Kenaikan harga bensin menjadi penyumbang utama inflasi bulanan Juni 2026 di Indonesia.

KALIMANTAN BARAT — Pola inflasi nasional bergeser pada Juni 2026. Jika beberapa bulan sebelumnya tekanan harga lebih banyak berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kini justru kelompok transportasi yang menjadi biang keroknya. Data BPS yang dirilis pekan lalu menunjukkan kelompok transportasi mengalami inflasi bulanan sebesar 2,29 persen, angka tertinggi dibandingkan seluruh kelompok pengeluaran lainnya.

Andil kelompok transportasi terhadap inflasi nasional mencapai 0,28 persen. Sebagai perbandingan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau hanya menyumbang 0,06 persen. Lonjakan ini secara langsung membawa inflasi tahunan (year-on-year) ke angka 3,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di level 111,89. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date) hingga Juni tercatat sebesar 1,79 persen.

Bensin Dominasi Andil Inflasi, Ungguli Cabai dan Beras

Bensin menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi bulanan Juni 2026. BPS mencatat andil bensin mencapai 0,21 persen, mengungguli komoditas lainnya dengan selisih yang cukup lebar. Di posisi kedua, tarif angkutan udara menyumbang 0,05 persen, disusul pelumas atau oli mesin sebesar 0,01 persen.

Jika dibandingkan dengan komoditas pangan, dominasi bensin sangat terlihat. Bawang merah sebagai penyumbang inflasi terbesar dari kelompok pangan hanya memiliki andil 0,04 persen. Disusul bawang putih 0,03 persen, beras 0,02 persen, serta wortel, ikan segar, minyak goreng, cabai merah, daging sapi, dan cabai rawit yang masing-masing hanya 0,01 persen. Artinya, andil bensin lima kali lipat lebih besar dari bawang merah.

Biaya Mobilitas Kini Jadi Tekanan Baru Harga Konsumen

Perubahan komposisi ini menandakan tekanan harga tidak lagi semata-mata berasal dari kebutuhan pokok seperti pangan. Kenaikan biaya mobilitas, yang dipicu oleh harga BBM, mulai menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi bulanan. Hal ini menjadi perhatian serius karena dampaknya bisa merambat ke sektor lain, mengingat transportasi adalah komponen penting dalam rantai distribusi barang.

Dengan inflasi tahunan yang masih berada di kisaran tiga persen, pergeseran sumber tekanan harga ini perlu dicermati. Jika harga BBM terus bertahan di level tinggi, bukan tidak mungkin kelompok transportasi akan kembali menjadi penyumbang utama inflasi pada bulan-bulan mendatang, menggantikan peran tradisional komoditas pangan.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks