PONTIANAK — Banyak warga Kalbar yang selama ini menganggap kegemukan adalah takdir keluarga yang tidak bisa diubah. Dokter spesialis gizi klinik, dr. Maryam, menegaskan bahwa pandangan itu keliru. Menurutnya, faktor genetik hanya menyumbang pengaruh kecil terhadap obesitas, sementara faktor lingkungan dan gaya hidup justru menjadi penentu utama.
“Jangan sampai ada anggapan, ‘Dok, saya dari keluarga yang memang gemuk semua, jadi tidak mungkin bisa menurunkan berat badan.’ Faktor genetik memang berpengaruh, tetapi porsinya tidak sampai 20 persen,” ujar dr. Maryam, dikutip dari Antara, Jumat (19/6/2026).
Bukan Sekadar Berat Badan, Tapi Lemak Tubuh
Dr. Maryam menjelaskan bahwa obesitas tidak bisa diukur hanya dari angka timbangan. Secara medis, obesitas adalah kondisi kelebihan lemak tubuh, bukan sekadar kelebihan berat badan. Karena itu, seseorang yang tampak kurus pun bisa berisiko mengalami obesitas jika persentase lemak tubuhnya tinggi—kondisi yang dikenal sebagai skinny fat.
“Obesitas bukan kelebihan berat badan, melainkan kelebihan lemak tubuh,” tegasnya.
Faktor yang Bisa Dimodifikasi Lebih Berpengaruh
Selain genetik, obesitas dipengaruhi oleh metabolisme tubuh, hormon, kondisi psikologis, pola makan, aktivitas fisik, hingga lingkungan tempat tinggal. Faktor-faktor inilah yang menurut dr. Maryam masih bisa diubah dan memiliki peran lebih besar dalam menentukan keberhasilan seseorang mengendalikan berat badan.
“Masih banyak faktor yang bisa kita modifikasi, salah satunya lingkungan dan gaya hidup,” katanya.
Dampak Obesitas: dari Diabetes hingga Depresi
Obesitas bukan hanya soal penampilan. Kondisi ini meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, gangguan kolesterol, hingga penyakit kardiovaskular. Tidak hanya itu, dr. Maryam menyebut obesitas juga berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi dan tingkat kesuburan seseorang.
Dari sisi psikologis, obesitas kerap dikaitkan dengan depresi, gangguan citra tubuh (body image), rendahnya rasa percaya diri, hingga gangguan pola makan. Dalam jangka panjang, dampaknya bahkan merembet ke aspek sosial dan ekonomi, termasuk menurunnya produktivitas dan kualitas hidup.
Pendekatan Personal untuk Setiap Individu
Dr. Maryam menekankan bahwa program penurunan berat badan harus bersifat personal. Setiap individu memiliki kondisi tubuh yang berbeda sehingga metode yang digunakan perlu disesuaikan. Proses penurunan berat badan juga harus dilakukan secara bertahap dan terukur agar tidak menyebabkan hilangnya massa otot secara berlebihan, yang justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan.