PONTIANAK — Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Pontianak baru-baru ini mengikuti kegiatan edutrip ke Faculty of Applied and Creative Arts (FACA) Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa mendalami proses pengembangan aplikasi digital dan inovasi kreatif yang diterapkan di lingkungan akademik internasional.
Praktik Perancangan Aplikasi Digital di Kampus Tetangga
Edutrip ini tidak sekadar tur kampus. Mahasiswa UBSI Pontianak terlibat langsung dalam sesi diskusi dan workshop yang difasilitasi oleh dosen serta peneliti FACA UNIMAS. Mereka mempelajari metodologi pengembangan aplikasi, mulai dari tahap riset kebutuhan pengguna hingga perancangan antarmuka yang adaptif.
Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI Pontianak menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum yang bertujuan menjembatani teori di kelas dengan praktik industri. “Mahasiswa tidak hanya belajar coding, tetapi juga memahami bagaimana sebuah aplikasi digital bisa menjawab masalah nyata di masyarakat,” ujarnya.
Apa yang Dipelajari Mahasiswa Selama di FACA?
Selama di FACA UNIMAS, mahasiswa diperkenalkan pada pendekatan desain berbasis pengguna (user-centered design) dan teknik prototyping cepat. Mereka juga berkesempatan melihat langsung proyek-proyek digital yang dikembangkan oleh mahasiswa UNIMAS, termasuk aplikasi berbasis augmented reality untuk edukasi dan platform berbasis komunitas.
Sesi tanya jawab interaktif menjadi momen paling kritis. Mahasiswa UBSI Pontianak menggali lebih dalam tentang tantangan teknis dalam pengembangan aplikasi lintas platform serta strategi monetisasi produk digital di pasar Asia Tenggara.
Dampak Edutrip bagi Kompetensi Mahasiswa
Pulang dari Sarawak, para mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan wawasan baru tersebut ke dalam proyek akhir semester. Pihak UBSI Pontianak menekankan bahwa pengalaman internasional semacam ini menjadi bekal penting untuk bersaing di dunia kerja yang makin digital.
“Kami ingin lulusan tidak hanya melek teknologi, tapi juga punya perspektif global. Edutrip ke UNIMAS adalah salah satu cara untuk membuka cakrawala mereka,” tambah Kaprodi.
Langkah Selanjutnya: Kolaborasi Riset Lintas Negara?
Kunjungan ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara UBSI Pontianak dan UNIMAS. Kedua institusi disebut-sebut tengah menjajaki kemungkinan kolaborasi riset bersama di bidang sistem informasi dan pengembangan aplikasi kreatif. Belum ada jadwal pasti, namun mahasiswa berharap program serupa bisa digelar secara rutin setiap tahun ajaran.