Pencarian

PDAM Sambas Siap Bangun Hydrant di Titik Rawan Kebakaran, Damkar Tak Lagi Kesulitan Pasokan Air

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:04:12 WIB
PDAM Sambas Siap Bangun Hydrant di Titik Rawan Kebakaran, Damkar Tak Lagi Kesulitan Pasokan Air
Petugas Damkar Sambas siap manfaatkan hydrant baru untuk percepat pemadaman kebakaran.

SAMBAS — Selama ini, petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Sambas sering kali terkendala pasokan air saat memadamkan api. Sumber air terdekat tidak selalu tersedia, dan waktu tempuh untuk mengisi ulang tangki menjadi faktor yang memperlambat proses pemadaman. Kini, persoalan itu mulai menemukan titik terang.

PDAM Sambas menyatakan siap berkolaborasi dengan Dinas Damkar untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu bentuk kerja sama yang paling dinantikan adalah pemasangan hydrant umum di kawasan permukiman padat dan pusat kegiatan ekonomi yang rawan terbakar.

Mengapa Hydrant Menjadi Solusi?

Hydrant umum menyediakan akses air bertekanan tinggi yang bisa langsung digunakan oleh mobil pemadam. Tanpa hydrant, petugas harus mencari sungai, kolam, atau sumur yang lokasinya belum tentu dekat dengan titik api. Proses mengisi tangki dari sumber alami juga memakan waktu lebih lama dibandingkan menyambungkan selang ke hydrant.

“Kami siap mendukung Damkar, termasuk dengan menyediakan pasokan air dan membangun hydrant di titik-titik rawan,” ujar perwakilan PDAM Sambas dalam keterangan yang diterima, Senin lalu.

Lokasi Prioritas dan Tahap Awal

PDAM dan Damkar saat ini tengah memetakan lokasi-lokasi yang menjadi prioritas. Kawasan pasar tradisional, pemukiman padat penduduk di pusat kota, serta area pertokoan menjadi perhatian utama. Data historis kebakaran di Sambas akan dijadikan acuan untuk menentukan titik mana yang paling mendesak.

Tahap awal yang direncanakan adalah survei bersama untuk memastikan tekanan air dan jaringan pipa di lokasi sasaran memadai. Setelah itu, pemasangan hydrant akan dilakukan secara bertahap.

Apa yang Berubah bagi Petugas Damkar?

Dengan adanya hydrant, petugas tidak perlu lagi bolak-balik ke lokasi pengisian air yang jauh. Waktu tanggap (response time) bisa dipangkas secara signifikan. Dalam situasi kebakaran, setiap menit sangat berharga untuk mencegah api merambat ke bangunan lain.

“Selama ini kami kadang harus menempuh 10-15 menit hanya untuk mencari dan mengisi air. Dengan hydrant, selang bisa langsung disambung di lokasi kejadian,” jelas salah satu anggota Damkar Sambas.

Langkah Selanjutnya

PDAM dan Damkar masih menyusun teknis pelaksanaan serta anggaran yang dibutuhkan. Pemasangan hydrant tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus mempertimbangkan diameter pipa dan debit air. Namun, komitmen dari kedua belah pihak sudah bulat.

Warga Sambas pun berharap realisasi program ini tidak berlarut-larut. Kebakaran kerap terjadi di pemukiman kayu yang rawan, dan akses air yang cepat bisa menjadi pembeda antara kebakaran kecil dan musibah besar yang menghanguskan satu kawasan.

Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks