LANDAK — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Landak melakukan kunjungan resmi ke Mapolres Landak untuk membahas sinergi pembangunan daerah. Audiensi yang berlangsung di Gedung Polres Landak ini memfokuskan pembahasan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan sektor ekonomi kerakyatan.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus GMNI Landak, termasuk Bung Fransiskus Hengki, Bung Kristian Yudis, Bung Is Andra Rio, dan Sarinah Rosalia Penata. Pihak Polres Landak menyambut kehadiran mereka melalui Wakapolres Kompol Syaiful Bahri yang didampingi Kasat Intel AKP Hengki Gunawan.
Fokus Swasembada Pangan dan Kualitas SDM
Dalam diskusi tersebut, GMNI Landak menyoroti pentingnya peran kepolisian dalam mengawal program ketahanan pangan di tingkat lokal. Mahasiswa menekankan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama bagi kemandirian ekonomi Kabupaten Landak di masa depan.
GMNI juga memaparkan rencana kerja terdekat, yakni penyelenggaraan seminar pembangunan daerah. Agenda ini dirancang sebagai wadah kolaborasi antara aktivis mahasiswa dan institusi kepolisian untuk merumuskan solusi atas tantangan sosial-ekonomi di Kalimantan Barat.
“Kami mengapresiasi Polres Kabupaten Landak yang telah menyambut baik kedatangan GMNI. Harapannya, kami bisa menjadi mitra kritis dan mitra strategis dalam berbagai program kepolisian untuk membangun Landak yang lebih unggul,” ujar Ketua DPC GMNI Landak, Bung Fransiskus Hengki.
Dukungan Kepolisian Terhadap Gagasan Mahasiswa
Wakapolres Landak, Kompol Syaiful Bahri, memberikan apresiasi terhadap inisiatif para aktivis mahasiswa tersebut. Menurutnya, gagasan yang disampaikan mencerminkan kepedulian nyata terhadap kondisi daerah dan kebutuhan masyarakat luas.
“Kehadiran rekan-rekan GMNI Landak menjadi langkah nyata peran mahasiswa di daerah. Ide yang disampaikan adalah dukungan untuk masyarakat lebih luas dan merupakan gagasan yang patut diapresiasi,” ungkap Kompol Syaiful Bahri.
Pihak kepolisian menilai peran organisasi kemahasiswaan sangat vital dalam mendukung stabilitas keamanan melalui pendekatan intelektual. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan investasi dan kesejahteraan warga Landak.
Komitmen Gotong Royong dan Ekonomi Rakyat
Audiensi ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis GMNI ke-72 sekaligus menyongsong Konferensi Cabang (Konfercab) GMNI Landak. Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk membawa semangat gotong royong ke dalam kerja-kerja konkret di lapangan.
Bung Kristian Yudis menambahkan bahwa kemandirian bangsa harus dimulai dari penguatan ekonomi di tingkat akar rumput. Ketahanan pangan dinilai sebagai tulang punggung utama yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa dan aparat penegak hukum.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen GMNI untuk memastikan semangat gotong royong diwujudkan melalui kerja konkret. Indonesia yang berdaulat dibangun dari ekonomi rakyat yang kuat, mandiri, dan berkeadilan,” pungkas Kristian.