JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan hasil sidang isbat. Pemerintah menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, puncak ibadah kurban pada 10 Zulhijah bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026.
“Dapat disepakati bahwa 1 Zulhijah jatuh pada Senin (18/5/2026) sehingga 10 Zulhijah atau Iduladha bertepatan pada Rabu (27/5/2026),” ujar Nasaruddin dalam sidang isbat di Jakarta, Minggu (17/5/2025).
Penentuan Berdasarkan Pemantauan Hilal di 88 Lokasi
Keputusan ini diperoleh setelah Kemenag memantau posisi hilal dari 88 lokasi berbeda yang tersebar di seluruh Indonesia. Data tersebut menjadi dasar penetapan awal Zulhijah secara seragam.
Pemerintah berharap hasil sidang isbat ini menjadi pedoman bagi seluruh umat Islam Indonesia. Mulai dari pelaksanaan puasa sunah tarwiyah dan arafah, hingga ibadah kurban pada hari raya nanti.
Harapan Menag: Perkuat Kebersamaan Umat
Menteri Agama menambahkan, momentum Iduladha tahun depan diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi dan persatuan di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak menyambut bulan Zulhijah dengan penuh keikhlasan.
“Kita semua berharap momentum ini dapat memperkuat kebersamaan, ukhuswah islamiah dan mengukuhkan persatuan. Semoga Allah Swt memberikan keberkahan dan menerima amal ibadah kita,” lanjut Nasaruddin.
Rangkaian Ibadah yang Perlu Disiapkan Umat Islam
Dengan penetapan ini, umat Islam di seluruh Indonesia dapat mulai menyusun jadwal ibadah. Puasa sunah tarwiyah dikerjakan pada 8 Zulhijah. Puasa arafah pada 9 Zulhijah, sehari sebelum Iduladha.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan hewan kurban jauh-jauh hari. Pendaftaran dan pemotongan hewan kurban biasanya diatur oleh masing-masing masjid atau panitia lokal di setiap daerah.