SINGKAWANG — Patroli gabungan itu melibatkan satu personel Koramil 1202-03/Singkawang, Serda Saifulah, bersama enam personel Satgas BKO yang dipimpin Serda Dhea Irawan. Tim menggunakan empat unit sepeda motor untuk menjangkau lokasi pemantauan yang tersebar di dua kelurahan rawan Karhutla tersebut.
Pengecekan menyasar lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran. Dari hasil monitoring, tidak ditemukan hotspot baru maupun titik api. Personel juga memastikan tidak ada sisa bara atau asap yang kembali muncul dari lahan bekas terbakar.
Selain memeriksa kondisi lahan, personel mengawasi aktivitas warga di sekitar kawasan rawan. Hasil pemantauan tidak menemukan adanya kegiatan masyarakat maupun pemilik lahan yang berpotensi memicu kebakaran melalui pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Upaya pencegahan diperkuat dengan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan metode pembakaran. Edukasi tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru yang dapat berkembang menjadi Karhutla.
Danramil 1202-03/SKH, Kapten Inf Pendi Hutagalung, menegaskan pencegahan Karhutla membutuhkan kewaspadaan dan pengawasan berkelanjutan.
"Kami terus mengingatkan seluruh personel untuk tidak lengah. Setiap wilayah yang memiliki potensi Karhutla harus dipantau secara rutin, sehingga apabila muncul indikasi titik api dapat segera diketahui dan ditangani," tegasnya.
Pendi juga mengajak masyarakat ikut berperan menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembukaan lahan menggunakan cara membakar.
"Pencegahan Karhutla bukan hanya tugas aparat. Peran masyarakat sangat penting. Mari bersama menjaga lingkungan agar tetap aman dan tidak terjadi kebakaran yang dapat merugikan masyarakat luas," tambahnya.
Kodim 1202/Singkawang memastikan pemantauan di wilayah rawan Karhutla akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan kebakaran. Api yang padam bukan berarti kewaspadaan berakhir.
Wilayah Singkawang Utara, khususnya Kelurahan Sungai Rasau dan Setapuk Kecil, tetap menjadi sasaran utama patroli mengingat riwayat kebakaran lahan di kawasan tersebut. Personel diminta bergerak rutin agar indikasi titik api bisa diketahui lebih cepat sebelum meluas.