Pemkab Kubu Raya Gelar Bazar Murah dan Vaksinasi Rabies Gratis, Siapkan 12.000 Butir Telur dan 500 Paket Minyak Goreng

Penulis: Alfin Murtado  •  Sabtu, 19 September 2026 | 09:17:01 WIB

KUBU RAYA — Disbunnak Kabupaten Kubu Raya menyiapkan sekitar 12.000 butir telur dan 500 paket minyak goreng dalam bazar murah yang digelar bersamaan dengan pelayanan vaksinasi rabies gratis. Produk lain yang tersedia meliputi fillet daging ayam, daging blade, daging bakso, serta berbagai olahan pangan lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendekatkan pelayanan peternakan dan kesehatan hewan kepada masyarakat. Warga yang datang tidak hanya bisa berbelanja kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga membawa hewan peliharaan untuk divaksin rabies secara gratis.

Karhutla Jadi Perhatian, Ternak Terdampak Bakal Dapat Vitamin dan Obat

Kepala Disbunnak Kabupaten Kubu Raya, Elfizar Edrus, menyebut kegiatan itu sekaligus menjadi momentum meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kesehatan ternak. Kabupaten Kubu Raya saat ini turut menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Karhutla ini dampaknya juga dirasakan oleh ternak-ternak yang ada di Kabupaten Kubu Raya. Karena itu, melalui kegiatan ini kami juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa pemerintah akan memberikan dukungan untuk kesehatan hewan, termasuk vitamin, obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan," ujar Elfizar.

Dukungan tersebut akan diberikan melalui anggaran pemerintah pusat untuk penanganan dampak karhutla. Bantuan itu diharapkan membantu para peternak menjaga kondisi kesehatan hewan yang terdampak perubahan dan kualitas lingkungan akibat kebakaran.

Vaksinasi Rabies Targetkan 50 Hewan, Berlanjut Door to Door ke Desa

Pelayanan vaksinasi rabies gratis mendapat dukungan tenaga dokter hewan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat. Vaksinasi menyasar hewan peliharaan warga di sekitar lokasi kegiatan, dan akan dilanjutkan melalui kunjungan ke sejumlah wilayah desa.

Medik Veteriner Disbunnak Kubu Raya, drh. Juli Yanti, mengatakan vaksinasi rabies merupakan bagian penting dalam upaya mencegah penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan kepada manusia. Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan peringatan World Rabies Day yang diperingati setiap 28 September.

"Rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular kepada manusia. Kalau sudah terkena manusia, dampaknya sangat berbahaya dan tingkat kematiannya tinggi. Karena itu, salah satu upaya pencegahan dan pengendaliannya adalah melalui vaksinasi," jelas Juli.

Target awal vaksinasi dalam kegiatan tersebut sebanyak 50 hewan. Jumlah itu dapat bertambah apabila masyarakat yang membawa hewan peliharaannya melebihi target yang telah ditetapkan.

Disbunnak bersama pemerintah desa juga akan menjadwalkan pelayanan secara door to door di desa-desa yang memiliki populasi anjing, kucing, maupun hewan peliharaan lainnya cukup tinggi.

Kenali Tanda Rabies: Agresif hingga Air Liur Berlebihan

Juli mengimbau masyarakat agar mengenali perubahan perilaku hewan yang dapat mengarah pada dugaan rabies. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain hewan menjadi lebih agresif atau galak, mengeluarkan air liur secara berlebihan, serta mengalami perubahan perilaku.

Meski demikian, terdapat pula kasus rabies ketika hewan tidak menunjukkan gejala yang jelas. Karena rabies tidak memiliki pengobatan, pencegahan menjadi sangat penting, dan vaksinasi menjadi salah satu cara untuk mencegah serta mengendalikan penyakit tersebut.

Elfizar berharap kegiatan pelayanan langsung seperti itu dapat membuat masyarakat semakin mengenal fungsi dan layanan yang diberikan Disbunnak Kubu Raya.

"Harapan kami, kegiatan seperti ini membuat masyarakat semakin memahami fungsi dan pelayanan Dinas Perkebunan dan Peternakan. Kalau masyarakat menghadapi kendala atau membutuhkan informasi terkait peternakan maupun kesehatan hewan, jangan ragu untuk menyampaikannya kepada kami," katanya.

Melalui rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190, Disbunnak Kubu Raya tidak hanya menghadirkan akses pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memperluas edukasi dan pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top