KALIMANTAN BARAT — Langkah restrukturisasi ini menjadi bagian dari konsolidasi kekuasaan MbS yang selama ini bertindak sebagai pemimpin de facto kerajaan. Melalui mekanisme dekret kerajaan, Raja Salman juga meneken keputusan terpisah untuk mengisi posisi strategis di dua lembaga pengawas ekonomi tersebut.
Menteri Energi sekaligus Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Mineral, Pangeran Abdulaziz bin Salman, resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Otoritas Konten Lokal dan Pengadaan Pemerintah. Ia menggantikan Bandar Al Khorayef yang diberhentikan dari jabatannya.
Penunjukan ini menandai penguatan peran Pangeran Abdulaziz di sektor hilirisasi dan kebijakan industri, sejalan dengan ambisi Visi 2030 yang digagas MbS untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak.
Di sektor keuangan, Mazen Al-Sudairy dipercaya menduduki kursi Ketua Otoritas Pasar Modal dengan pangkat menteri. Ia mengambil alih posisi yang sebelumnya dipegang Mohammed Al Quwaiz, yang juga diberhentikan dari jabatannya.
Perombakan di tubuh regulator pasar modal ini terjadi di tengah upaya Arab Saudi menarik minat investor asing. Bursa saham Saudi, Tadawul, tengah gencar melakukan ekspansi dan integrasi dengan pasar regional.
Keputusan MbS untuk membentuk ulang kabinet berdasarkan siklus empat tahunan menunjukkan adanya standarisasi tata kelola pemerintahan. Sebelumnya, perubahan kabinet kerap dilakukan tanpa pola waktu yang jelas dan lebih sering terjadi secara mendadak.
Dengan menempatkan figur-figur loyalis di posisi kunci ekonomi, MbS tampaknya ingin memastikan percepatan eksekusi program-program strategis nasional. Kedua otoritas yang dirombak ini memiliki portofolio besar: satu mengatur belanja pengadaan pemerintah senilai miliaran riyal, satu lagi mengawasi pasar modal yang menjadi barometer kesehatan ekonomi.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak istana mengenai alasan pemberhentian dua pejabat lama tersebut. Namun, perombakan ini dipandang sebagai bagian dari siklus evaluasi kinerja yang berlangsung ketat di lingkungan birokrasi Saudi.