Yayasan Dharma Aswad Salam Matangkan Rencana Politeknik Vokasi di Kapuas Hulu, 60 Persen Warga Pilih Jurusan Pertanian

Penulis: Wisnu Wardana  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:17:31 WIB
Forum need assessment pendirian politeknik vokasi di Kapuas Hulu digelar Yayasan Dharma Aswad Salam di Pontianak, Kamis (6/8/2026).

PONTIANAK — Rencana pendirian politeknik vokasi di Kapuas Hulu memasuki babak baru. Yayasan Dharma Aswad Salam menggelar forum need assessment pada Kamis (6/8/2026) di Student Union UPT Bahasa Universitas Tanjungpura, Pontianak. Forum ini merumuskan arah pengembangan pendidikan yang selaras dengan potensi lokal.

Forum ini dihadiri akademisi, pengurus yayasan, serta sejumlah tokoh masyarakat Kapuas Hulu. Di antaranya H. Baiduri, Ir. HM. Sukri, Didi Darmadi, dan Baharuddin. Ketua Pembina Yayasan, Prof. Dr. Ir. Henny Herawati, ST, MT, memaparkan bahwa pendirian politeknik berawal dari survei kebutuhan masyarakat pada 2024 dan 2025.

Lebih dari 60 Persen Warga Pilih Jurusan Pertanian

Hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat menginginkan bidang pertanian menjadi prioritas utama. Namun, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, sektor yang berkembang di wilayah tersebut saat ini justru didominasi perkebunan.

“Keputusan pemilihan politeknik dilandasi oleh harapan, selain memiliki pendidikan tinggi, kita ingin lulusan juga memiliki daya saing sebagai cipta kerja sehingga laboratorium hidup menjadi konsep utama dan ciri khas politeknik kita,” ujar Prof. Henny Herawati.

Ia menambahkan, hasil survei tersebut menjadi pijakan penting dalam merancang program studi. Program studi ini harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung potensi unggulan Kabupaten Kapuas Hulu.

Mengapa Kehadiran Kampus Ini Penting bagi IPM Kapuas Hulu?

Kehadiran institusi pendidikan tinggi dinilai strategis untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kapuas Hulu. Selama ini, generasi muda harus meninggalkan daerah demi menempuh pendidikan. Banyak yang tidak kembali untuk membangun kampung halaman.

Prof. Dr. H. Chairil Effendy menilai keberadaan pendidikan tinggi penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah. Menurutnya, apabila generasi muda terus meninggalkan daerah dan tidak kembali, potensi serta identitas daerah berisiko semakin tergerus.

Senada dengan itu, H. Baiduri menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak bisa dilepaskan dari pembangunan sektor pendidikan. Politeknik ini dinilai menjadi solusi bagi lulusan SMK yang sudah memiliki keterampilan kerja, tetapi masih terkendala terbatasnya lapangan pekerjaan.

Calon Mahasiswa Diusulkan Menjangkau Wilayah Perbatasan

Dalam forum tersebut, H. M. Sukri mengusulkan agar jangkauan calon mahasiswa tidak hanya berasal dari Kecamatan Silat Hilir. Ia mendorong cakupan diperluas hingga wilayah lain seperti Kecamatan Badau yang berada di kawasan perbatasan. Hal ini penting agar akses pendidikan tinggi vokasi semakin terbuka bagi masyarakat.

Peserta forum juga menekankan pentingnya penyusunan tahapan pendirian yang terarah. Penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan mitra strategis juga disorot. Sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat dinilai perlu agar proses pendirian memperoleh dukungan luas.

Lima Program Studi Prioritas yang Dikaji

Berdasarkan hasil survei dan aspirasi masyarakat, yayasan saat ini mengkaji sejumlah program studi prioritas:

  • Pertanian/Perkebunan
  • Perikanan
  • Pengolahan Sumber Daya
  • Teknik Lingkungan
  • Manajemen Pemasaran

Program studi tersebut dipilih karena dinilai memiliki keterkaitan dengan karakteristik wilayah. Kelima program ini juga dianggap sejalan dengan kebutuhan pembangunan Kabupaten Kapuas Hulu.

Tahapan Berikutnya: Roadmap dan Kemitraan Lintas Sektor

Hingga saat ini, yayasan telah menyelesaikan survei kebutuhan masyarakat dan forum need assessment. Tahapan selanjutnya meliputi penyusunan roadmap pengembangan, penguatan kemitraan lintas sektor, serta pemenuhan persyaratan kelembagaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Pengurus Yayasan Dharma Aswad Salam, Liadi Bestari, ST, berharap seluruh masukan yang dihimpun dalam forum tersebut menjadi landasan dalam mewujudkan politeknik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kapuas Hulu.

“Kami berharap pendirian Politeknik Vokasi ini dapat menjadi hasil kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: majalahmataborneonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top