KALIMANTAN BARAT — Keputusan Motorola memilih Moto G45 5G sebagai senjata pertama setelah absen delapan tahun bukan tanpa risiko. Pasar ponsel 2 jutaan di Indonesia adalah zona perang paling sengit, diisi merek-merek yang sudah punya basis pengguna kuat dan jaringan servis luas. Kami menguji perangkat ini sebagai daily driver selama beberapa hari untuk melihat apakah "legenda" yang kembali ini punya daya juang atau cuma nostalgia belaka.
Bagian paling mencolok dari Moto G45 5G ada di punggungnya. Material vegan leather memberikan tekstur yang nyaman digenggam, tidak licin, dan menutup kesan murahan yang sering ditemui di ponsel harga ini. Ini nilai jual unik yang sulit ditemukan di kompetitor segmen yang sama.
Namun, perlu dicatat bahwa ini adalah kesan awal. Daya tahan material vegan leather terhadap goresan, panas, dan keringat dalam pemakaian jangka panjang belum bisa kami simpulkan dalam waktu singkat. Untuk proteksi, layarnya sudah dilapisi Corning Gorilla Glass 3, standar yang cukup untuk mencegah goresan ringan sehari-hari.
Jantung dari Moto G45 5G adalah Qualcomm Snapdragon 6s Gen 3 dengan fabrikasi 6 nm. Kombinasi RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB membuat perangkat ini terasa lapang untuk membuka banyak aplikasi sekaligus. Untuk kebutuhan produktivitas ringan seperti browsing, media sosial, dan chat, tidak ada hambatan berarti.
Yang perlu digarisbawahi, chipset ini bukan ditujukan untuk gaming berat. Jika prioritas utama Anda adalah performa grafis maksimal, ada opsi lain di kelas harga serupa yang lebih agresif. Snapdragon 6s Gen 3 lebih fokus pada efisiensi daya dan stabilitas untuk pemakaian harian.
Panel IPS LCD 6,5 inci dengan refresh rate 120Hz adaptif membuat scroll dan animasi terasa sangat mulus. Ini peningkatan signifikan dari standar 60Hz yang umum di kelas entry-level. Namun, resolusinya hanya HD+, bukan Full HD+.
Konsekuensinya, ketajaman teks dan detail gambar tidak sebaik kompetitor yang menawarkan panel Full HD+ di harga serupa. Untuk konsumsi video harian, layar ini masih nyaman dilihat, tapi Anda akan langsung merasakan perbedaannya jika terbiasa dengan panel resolusi lebih tinggi.
Setelah pemakaian beberapa hari, berikut poin-poin yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum mengeluarkan uang:
Motorola Moto G45 5G adalah ponsel yang menarik untuk kategori pengguna yang mengutamakan desain dan pengalaman multitasking harian yang mulus. Nilai jual utamanya jelas: tampilan premium yang tidak biasa di harga 2 jutaan, dipadukan dengan RAM besar dan refresh rate tinggi.
Produk ini kurang cocok untuk Anda yang prioritasnya adalah gaming berat atau menonton video dengan ketajaman Full HD+. Motorola kembali dengan langkah berani, tetapi persaingan di kelas ini tidak memberi ruang untuk kompromi pada resolusi layar. Keputusan akhir tetap di tangan Anda, apakah desain dan RAM besar lebih penting daripada ketajaman piksel.