KALIMANTAN BARAT — Bekerja dari mana saja tanpa laptop kini bukan sekadar impian. Tiga tablet ini—Xiaomi Redmi Pad Pro, Huawei MatePad Pro 11,5 inci, dan Samsung Galaxy Tab S10 FE—diklaim mampu menjalankan WPS Office dengan antarmuka ala PC. Tapi apakah benar-benar bisa menggantikan laptop harian? Berikut ulasan berdasarkan data teknis dan testimoni pengguna.
Redmi Pad Pro unggul di endurance. Baterai 10.000 mAh dan chipset Snapdragon 7s Gen 2 membuatnya tahan dipakai untuk navigasi dokumen, meeting online, dan spreadsheet seharian penuh. Layar 12,1 inci 120Hz juga terasa mulus saat scrolling laporan panjang.
Bodi aluminium unibody memberikan kesan premium di kelas harga menengah. Satu pengguna di Mi Official Store mengaku cocok untuk kebutuhan manager operasional yang "selalu online dan walking around 12 jam sehari."
Catatan penting: WPS Office versi PC Level di tablet ini belum tentu punya fitur makro atau add-in kompleks seperti di Windows. Kalau pekerjaanmu butuh VBA scripting atau pivot table tingkat lanjut, tetap perlu laptop.
Huawei menawarkan layar OLED 11,5 inci yang superior untuk editing foto dan ilustrasi. Dukungan stylus (M-Pencil) membuatnya ideal untuk desainer atau content creator yang butuh presisi tinggi. Performa Kirin 9000S (atau varian terbaru) cukup untuk multitasking aplikasi produktivitas berat.
Namun, ada dua kelemahan signifikan: Pertama, absennya layanan Google Mobile Services (GMS) di perangkat Huawei terbaru. Ini berarti beberapa aplikasi produktivitas populer—termasuk Google Docs, Sheets, atau bahkan WPS Office versi tertentu—mungkin perlu di-sideload atau menggunakan alternatif dari AppGallery. Kedua, harga MatePad Pro biasanya lebih tinggi dari Redmi Pad Pro, tanpa peningkatan performa yang sebanding untuk pengguna non-kreatif.
Samsung Galaxy Tab S10 FE belum resmi dirilis, tapi bocoran mengindikasikan layar 10,9 inci TFT LCD dengan refresh rate 90Hz—bukan 120Hz seperti kompetitor. Keunggulan utamanya adalah Samsung DeX, yang mengubah interface tablet menjadi desktop layaknya Windows, plus S Pen yang sudah termasuk di dalam dus.
Sayangnya, bahan artikel tidak menyebutkan chipset atau RAM pasti. Jika Samsung mempertahankan strategi FE (Fan Edition) sebelumnya, kemungkinan besar menggunakan Exynos 1380 atau Snapdragon 7 Gen 1—cukup untuk produktivitas ringan, tapi kalah dari Snapdragon 7s Gen 2 di Redmi Pad Pro untuk gaming atau rendering.
Yang perlu diwaspadai: Harga Galaxy Tab S10 FE diprediksi lebih mahal dari Redmi Pad Pro, namun belum tentu menawarkan layar atau baterai yang lebih baik.
Ketiga tablet ini memang mendukung WPS Office dengan antarmuka PC Level, tapi jangan berharap bisa menggantikan laptop sepenuhnya untuk tugas berat seperti coding, rendering 3D, atau editing video 4K. Untuk pekerjaan dokumen, spreadsheet, presentasi, dan meeting online—ketiganya sudah lebih dari cukup.
Rekomendasi tegas: Kalau anggaranmu terbatas dan prioritas utama adalah daya tahan baterai serta performa harian, ambil Xiaomi Redmi Pad Pro. Kalau kamu kreator visual yang butuh layar OLED dan stylus presisi, Huawei MatePad Pro layak dipertimbangkan—asalkan siap dengan keterbatasan layanan Google. Untuk Samsung Galaxy Tab S10 FE, tunggu review lebih lanjut karena spesifikasinya belum terkonfirmasi.