Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Dorong Peternakan Mandiri, Kalbar Masih Bergantung Pasokan Ternak dari Luar Daerah

Penulis: Wisnu Wardana  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 17:20:01 WIB
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menyampaikan perlunya penguatan produksi ternak daerah untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar provinsi.

PONTIANAK — Ketergantungan Kalimantan Barat terhadap pasokan ternak dari luar daerah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menyebut, komoditas sapi, babi, dan kambing yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari sebagian besar masih didatangkan dari provinsi lain.

“Kita harus mampu memperkuat produksi ternak daerah agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari Kalimantan Barat sendiri,” tegas Krisantus di hadapan peserta raker yang digelar bersama Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalbar, Rabu (15/7/2026).

Strategi Komprehensif dari Hulu ke Hilir

Menurut Krisantus, pengembangan peternakan tak cukup hanya dengan menambah jumlah produksi. Pembinaan peternak, penyediaan sarana prasarana, akses permodalan, hingga sistem distribusi dan pemasaran yang terintegrasi harus disiapkan secara bersamaan.

“Kita harus menyiapkan sistem yang baik mulai dari produksi, distribusi hingga pemasaran. Dengan begitu, peternak memperoleh keuntungan yang layak dan masyarakat mendapatkan produk yang berkualitas,” ujarnya.

Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menyusun strategi komprehensif agar sektor ini mampu memberi nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

Pelabuhan Kijing Jadi Gerbang Ekspor Produk Peternakan

Krisantus menyoroti potensi besar Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah yang kini telah beroperasi sebagai pelabuhan internasional. Ia optimistis pelabuhan tersebut bisa menjadi pintu ekspor berbagai komoditas unggulan Kalbar, termasuk produk peternakan dan pangan lokal.

Peningkatan konektivitas logistik dinilai menjadi faktor kunci untuk membuka akses pasar yang lebih luas. “Pembangunan fasilitas pendukung seperti karantina hewan menjadi kebutuhan penting untuk menjamin kesehatan ternak sekaligus meningkatkan daya saing produk peternakan Kalimantan Barat,” kata Krisantus.

Ia juga mendorong kerja sama antardaerah dalam distribusi dan perdagangan ternak agar rantai pasok berjalan efisien.

Optimalisasi PAD dan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Tak hanya di sektor peternakan, Krisantus mengingatkan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik dan pengawasan ketat terhadap aktivitas usaha yang memanfaatkan kekayaan daerah.

Di bidang ketenagakerjaan, ia mengajak dunia usaha memberi kesempatan lebih besar kepada tenaga kerja lokal. Menurutnya, sumber daya manusia Kalbar memiliki potensi dan kompetensi yang mumpuni jika diberikan ruang yang memadai.

Rapat Kerja BP-ABI dan Sosialisasi IP4KB ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret dan aplikatif untuk memperkuat sektor peternakan, investasi, dan ketahanan pangan di Kalimantan Barat.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: suaranusantara.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top