PONTIANAK — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menyebut capaian ini sebagai bukti keberhasilan kolaborasi multipihak dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kompetitif. "Prestasi tersebut diraih pada berbagai kategori kompetisi mulai dari kuliner halal, fesyen muslim, ekonomi syariah, hingga pengelolaan wakaf dan konten digital," ujar Doni di Pontianak, Selasa.
Sektor kuliner halal menjadi lumbung penghargaan terbesar bagi Kalbar. Pada ajang Halal Chef Competition (HCC), provinsi ini memborong tiga gelar sekaligus. Eko Hedrawan keluar sebagai Juara I kategori profesional, Elpidius Ricky menyabet Juara I kategori umum, dan Islandi meraih Juara III kategori pesantren.
"Keberhasilan tersebut memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu daerah unggulan dalam pengembangan industri kuliner halal di kawasan timur Indonesia," kata Doni.
Dunia modest fashion juga menjadi ajang unjuk gigi desainer asal Kalbar. Jazila dari BornNeo berhasil meraih Juara I kategori profesional pada Modest Fashion Designer Competition (MFDC), sementara Riza Fibula meraih Juara III kategori pelajar. Di bidang literasi, SMAN 3 Pontianak membuktikan kapasitas generasi mudanya dengan meraih Juara III Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) tingkat Kawasan Timur Indonesia.
Prestasi tak hanya datang dari sektor komersial. Baitulwaqaf Munzalan Indonesia meraih Juara II kategori wakaf berkat pengembangan wakaf produktif yang berdampak langsung pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sementara itu, Fadilla Amarti Pratiwi, perwakilan generasi muda Kalbar, menyabet Juara I Lomba Konten Syariah. "Hal itu mencerminkan tingginya kreativitas generasi muda dalam menyebarluaskan nilai-nilai ekonomi dan keuangan syariah melalui platform digital," ujar Doni.
Berkat rentetan prestasi ini, Kalbar mendapat kehormatan mewakili Kawasan Timur Indonesia pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta. Wakil Kalbar akan tampil di kategori Halal Chef Competition (profesional, umum, dan pesantren) serta partisipasi pemenang Modest Fashion Designer Competition kategori profesional.
FESyar KTI 2026 sendiri mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Ajang ini diikuti oleh 22 provinsi dari wilayah Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Bank Indonesia Kalbar menilai prestasi ini menjadi modal penting bagi sektor kuliner halal dan modest fashion daerah untuk bersaing di tingkat nasional. "Kalimantan Barat memiliki daya saing tinggi di tingkat regional sekaligus menjadi modal penting untuk bersaing pada tingkat nasional melalui ajang ISEF 2026 di Jakarta," pungkas Doni.