KALIMANTAN BARAT — PT Bank Mandiri Tbk resmi meluncurkan inisiatif terbaru untuk mendorong ekosistem koperasi dan UMKM nasional. Pengumuman ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Harkopnas 2026. Langkah ini menegaskan posisi bank pelat merah sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan.
“Kami menempatkan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan sebagai fondasi pertumbuhan yang inklusif,” demikian pernyataan resmi manajemen Bank Mandiri dalam keterangannya, kemarin.
Program ini tidak hanya berhenti pada penyaluran kredit. Bank Mandiri menyiapkan skema pembiayaan khusus dengan tenor lebih fleksibel dan suku bunga kompetitif. Targetnya, koperasi dan UMKM bisa mengakses modal kerja tanpa terbebani agunan berat.
Perseroan akan mengintegrasikan layanan digital untuk mempermudah pencatatan transaksi dan akses pasar. Langkah ini dinilai krusial. Sebab, masih banyak pelaku UMKM yang bergantung pada sistem manual.
Bagi pelaku bisnis kecil, program ini menjadi bantalan likuiditas di tengah tekanan biaya operasional. Bagi investor, langkah Bank Mandiri mencerminkan komitmen terhadap sektor riil yang kerap menjadi penopang saat gejolak pasar modal terjadi.
Koperasi dan UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional. Namun, sektor ini masih menghadapi kendala akses perbankan formal. Program ini diharapkan bisa menjembatani kesenjangan tersebut.
Inisiatif ini bukan sekadar program seremonial. Bank Mandiri telah menyiapkan peta jalan hingga lima tahun ke depan. Peta jalan itu mencakup pelatihan manajemen risiko dan literasi keuangan bagi pengurus koperasi. Dengan demikian, kualitas kredit diharapkan tetap terjaga.
Perseroan juga menggandeng asosiasi koperasi daerah untuk memastikan program tepat sasaran. Pendekatan bottom-up ini dipilih agar intervensi yang diberikan sesuai kebutuhan lapangan, bukan sekadar target penyaluran dana.
Ke depan, Bank Mandiri akan merilis laporan berkala soal realisasi program ini. Investor dan pelaku usaha bisa memantau perkembangannya melalui kanal resmi perseroan.