PONTIANAK — Pecinta durian di Pontianak punya alasan baru untuk merogoh kocek lebih dalam. Enam durian terbaik hasil Kontes Durian Kapolres Sanggau Cup 2026 mulai dipasarkan di Buah BK, menawarkan pengalaman mencicipi buah lokal yang telah teruji di meja juri.
Durian-durian ini bukan sembarang durian. Mereka adalah jawara dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sanggau yang berhasil melewati proses seleksi ketat. Teksturnya lembut, dagingnya tebal, dan aroma khasnya disebut-sebut mampu menyaingi varietas premium seperti Montong, Musang King, hingga Black Thorn.
Gelar juara pertama diraih Margorius Benny Pratama dari Kecamatan Entikong. Posisi kedua ditempati Gunawan asal Kecamatan Sekayam, dan juara ketiga direbut Rinadi Andarsih, juga dari Sekayam.
Untuk kategori harapan, juara Harapan I diraih Dino dari Kecamatan Kapuas, Harapan II oleh Rahmat dari Kecamatan Beduai, dan Harapan III menjadi milik Ajis Matulisi, juga dari Beduai. Total enam nama ini yang kini buahnya tersedia di Pontianak.
Owner Buah BK, Yenna, mengatakan durian-durian ini dijual dengan sistem timbang. Harganya bervariasi, tergantung kualitas, rasa, dan karakter masing-masing buah.
“Durian-durian ini merupakan hasil seleksi dari kontes sehingga kualitasnya benar-benar terjaga. Dari rasa, ketebalan daging, hingga karakter buahnya sangat istimewa dan layak disebut sebagai durian premium,” ujar Yenna dalam keterangannya, baru-baru ini.
Kisaran harga yang ditawarkan cukup ramah di kantong, mulai dari Rp80 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Bandingkan dengan harga durian impor yang kerap tembus Rp200 ribu lebih.
Kehadiran durian hasil kontes di Pontianak bukan sekadar ajang jualan. Ini menjadi bukti bahwa durian lokal Kalimantan Barat mampu bersaing di pasar premium. Proses kurasi yang ketat dalam kontes memastikan hanya buah dengan cita rasa terbaik yang sampai ke tangan konsumen.
Langkah ini juga diharapkan mampu mendongkrak nilai ekonomi petani durian di Sanggau. Dengan adanya jalur pemasaran langsung ke Pontianak, petani tidak lagi bergantung pada tengkulak atau pasar tradisional yang harganya fluktuatif.
Bagi warga Pontianak yang penasaran, mencicipi durian jawara ini bisa menjadi agenda akhir pekan. Selain memanjakan lidah, mereka ikut mengangkat derajat petani lokal.