10 Varietas Durian Unggul Kalimantan Barat Siap Tembus Pasar Ekspor, dari Serumbut hingga Raja Mabah

Penulis: Wisnu Wardana  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 21:17:02 WIB
Varietas durian unggul Kalimantan Barat siap dipasarkan ke pasar ekspor internasional.

PONTIANAK — Di balik statusnya sebagai salah satu lumbung durian nasional, Kalimantan Barat ternyata menyimpan kekayaan plasma nutfah yang tak ternilai. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat mencatat, setidaknya ada 10 varietas durian lokal yang telah resmi dilepas oleh Kementerian Pertanian. Varietas tersebut adalah Durian Lay Manjau, Raja Mabah, Sawah Mas, Aspar, Kalapet, Lokad, Manjar, Rinbud, Torong, dan Serumbut.

Masing-masing varietas berasal dari kabupaten berbeda di Kalimantan Barat dan memiliki karakteristik rasa, aroma, tekstur, hingga warna daging buah yang khas. Pemerintah daerah saat ini tengah mendorong perbanyakan benih unggul melalui teknik vegetatif seperti sambung pucuk dan okulasi. Langkah ini bertujuan menciptakan mutu buah yang seragam serta mempercepat masa panen.

Luas Lahan Capai 9.525 Hektare, Sanggau Jadi Produsen Terbesar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, produksi durian di provinsi ini terus menunjukkan tren positif. Kabupaten Sanggau menjadi produsen terbesar, disusul Bengkayang dan Sintang. Lonjakan produksi signifikan terjadi pada triwulan IV 2023, saat musim panen mencapai puncaknya.

Luas pertanaman durian di Kalimantan Barat kini telah mencapai sekitar 9.525 hektare. Angka ini menunjukkan potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap secara optimal, terutama untuk segmen pasar premium.

Pasar Premium Tak Cuma Soal Rasa

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menyebut pengembangan kawasan durian diarahkan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas ekspor. Pasar premium saat ini tidak hanya menilai rasa, tetapi juga konsistensi ukuran buah, warna daging, ketebalan isi, hingga daya simpan selama distribusi.

“Peningkatan kualitas bibit menjadi faktor penting,” demikian pernyataan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat. Untuk itu, penerapan Good Agricultural Practices (GAP) menjadi syarat mutlak agar produk buah asal Kalimantan Barat bisa diterima di pasar internasional.

Keunggulan Geografis Dekat dengan Malaysia

Letak geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadi keuntungan logistik tersendiri. Biaya distribusi menuju pasar regional seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam relatif lebih rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia. Permintaan durian dunia terus meningkat, terutama dari China, Hong Kong, Singapura, hingga kawasan Timur Tengah yang mulai membuka pasar bagi buah tropis premium.

Tantangan: Standardisasi dan Rantai Dingin

Meski potensinya besar, pengembangan durian Kalimantan Barat masih menghadapi sejumlah kendala. Untuk menembus pasar internasional secara berkelanjutan, diperlukan standardisasi kualitas, sertifikasi kebun, penerapan keamanan pangan, hingga penguatan rantai dingin (cold chain) agar kualitas buah tetap terjaga selama pengiriman.

Di tingkat petani, pengembangan varietas unggul membuka peluang peningkatan pendapatan. Harga durian premium bisa beberapa kali lipat lebih tinggi dibandingkan durian lokal biasa ketika kualitasnya terjaga. Apabila pengembangan varietas lokal dilakukan secara konsisten melalui pembinaan petani, hilirisasi produk, dan promosi merek, durian Kalimantan Barat berpotensi bersaing dengan varietas terkenal dari Thailand atau Malaysia.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top