KALIMANTAN BARAT — Laga di Stadion Atlanta, Selasa (7/7) waktu setempat, berjalan di luar dugaan. Argentina sebagai juara bertahan justru tertinggal lebih dulu. Mesir tampil tanpa rasa takut dan disiplin tinggi sejak menit awal.
Mesir membuka keunggulan pada menit ke-15. Berawal dari assist Marwan Attia, Yasser Ibrahim memenangi duel udara dengan Lisandro Martinez. Sundulannya tak mampu dijangkau Emiliano Martinez.
Tertinggal satu gol, Argentina bereaksi cepat. Empat menit berselang, wasit menunjuk titik putih setelah Haissem Hassan menjatuhkan Nicolas Tagliafico. Lionel Messi maju sebagai algojo.
Tembakan Messi ke sisi kanan kiper Mesir, Mostafa Shobeir, bisa ditebak. Shobeir terbang sempurna dan menepis bola. Ini kegagalan penalti pertama bagi La Pulga di turnamen ini.
Kiper Mesir tampil luar biasa. Pada menit ke-28, Shobeir kembali menggagalkan peluang Alexis Mac Allister. Tiga menit berselang, Messi mendapat kesempatan dari tendangan bebas. Eksekusinya membentur tiang gawang.
Argentina terus mengepung. Julian Alvarez nyaris menyamakan skor pada menit ke-39, tapi Shobeir kembali sigap memblok tembakan. Hingga injury time lima menit habis, skor 1-0 untuk Mesir bertahan.
Argentina (4-1-3-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo de Paul, Alexis Mac Allister, Leandro Paredes, Enzo Fernandez; Lionel Messi, Julian Alvarez
Mesir (4-2-3-1): Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Marwan Attia, Mohanad Lasheen; Haissem Hassan, Mohamed Salah, Emam Ashour; Mostafa Ziko