JAKARTA — Kepergian H. Diapari Sibatangkayu meninggalkan duka mendalam di lingkungan PWI. Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka di Jalan Raya Condet 66 Awi Nomor 28, RT 015/RW 003, Jakarta Timur. Almarhum lahir di Padang Sidempuan pada 8 Mei 1963.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan belasungkawa secara langsung. Menurutnya, kontribusi almarhum di Dewan Kehormatan Pusat menjadi pilar penting organisasi.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. PWI sangat kehilangan. Almarhum adalah sosok wartawan senior yang dedikasi, loyalitas, dan integritasnya tinggi,” ujar Munir, Sabtu (4/7/2026).
Sekretaris Jenderal PWI Pusat, M. Selamet Susanto, mengenang almarhum sebagai figur yang hangat dan aktif. Ia mengungkapkan, sejak pagi grup WhatsApp PWI Pusat dibanjiri ratusan ucapan belasungkawa dari pengurus dan wartawan se-Indonesia.
“Beliau bukan hanya jurnalis senior, tetapi juga organisatoris ulung. Beliau kerap terlibat aktif dalam tim verifikasi dan penjaringan internal, termasuk saat Kongres PWI,” kata Selamet.
Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Atal S. Depari, menekankan peran almarhum sebelum bergabung di tingkat pusat. Diapari pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya periode 2019–2024.
“Kami sangat kehilangan rekan kerja yang kritis dan berintegritas. Perjalanan karier dan kepemimpinannya menjadi teladan bagi generasi penerus,” ungkap Atal.
Semasa hidupnya, H. Diapari Sibatangkayu aktif mengawal penerapan kode etik jurnalistik, baik di tingkat daerah maupun nasional. Kiprahnya dalam organisasi PWI dinilai memberikan kontribusi penting dalam menjaga profesionalisme dan integritas insan pers di Indonesia.
PWI Pusat mengajak seluruh anggota dan komunitas pers untuk bersama-sama memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.