Petrosea Sewa Gardu Listrik dari CDIA, Target Kurangi Emisi Tambang Batu Bara di Kalteng

Penulis: Wisnu Wardana  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:56:31 WIB
Petrosea menandatangani perjanjian sewa gardu listrik untuk mendukung kendaraan listrik di tambang Kalimantan Tengah.

KALIMANTAN BARAT — Petrosea resmi meneken perjanjian sewa gardu listrik dengan PT Chandra Investa Prima, anak usaha CDIA. Fasilitas ini akan dipasang di area operasi PT Multi Tambangjaya Utama, tepatnya di Ugang Sayu, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

Gardu listrik itu dirancang khusus untuk menyuplai daya ke kendaraan listrik yang beroperasi di lokasi tambang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Petrosea bertransisi menuju praktik pertambangan hijau.

Mengapa Petrosea Butuh Gardu Listrik Tambang?

Presiden Direktur Petrosea, Michael, menyatakan inisiatif ini sejalan dengan target dekarbonisasi perusahaan. “Inisiatif ini sejalan dengan strategi Petrosea dalam mendorong praktik usaha berkelanjutan, termasuk upaya dekarbonisasi operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/7).

Perusahaan menilai infrastruktur kendaraan listrik akan memperkuat keandalan dan efisiensi operasional tambang. Selain itu, langkah ini diyakini mampu menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca secara signifikan.

Dampak ke Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Petrosea juga mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik yang menjadi proyek strategis nasional. Dengan elektrifikasi alat berat dan truk tambang, perusahaan berharap bisa menjadi pionir dalam adopsi energi bersih di sektor pertambangan.

Perusahaan yang tercatat di bursa dengan kode saham PTRO ini menyediakan jasa terpadu dari hulu ke hilir. Mulai dari rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC), pertambangan, EPCI lepas pantai, hingga logistik untuk industri tambang dan migas di Asia Pasifik dan Oseania.

Petrosea mengklaim seluruh operasionalnya didukung budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) dengan target kecelakaan nihil. Perusahaan juga berkomitmen menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Kerja sama ini menjadi sinyal bahwa industri tambang mulai serius beralih ke energi listrik. Jika berhasil, proyek percontohan di Barito Selatan bisa direplikasi ke tambang-tambang lain di Indonesia.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top