KAPUAS HULU — Progres fisik pembangunan dapur MBG di Desa Nanga Dua saat ini sudah hampir rampung. Pelaksana proyek menegaskan bahwa seluruh tahapan pengerjaan mengikuti spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Pihak pelaksana menyebutkan, dari total pengerjaan, hanya tersisa sekitar 10 persen lagi yang harus diselesaikan. Tuduhan bahwa bangunan dikerjakan secara asal-asalan langsung dibantah.
“Pembangunan berjalan sesuai standar operasional dan spesifikasi yang disepakati. Tidak ada pengerjaan yang asal-asalan,” ujar perwakilan pelaksana di lokasi, Senin lalu.
Sejumlah bagian utama dapur telah rampung, termasuk struktur bangunan utama, instalasi listrik, dan saluran air bersih. Pengerjaan tahap akhir kini difokuskan pada finishing interior dan pemasangan peralatan dapur.
Menurut pelaksana, material yang digunakan juga telah melalui pemeriksaan kualitas. Hal ini untuk memastikan dapur MBG bisa beroperasi sesuai fungsinya dalam waktu dekat.
Sebelumnya, beredar informasi di kalangan warga yang menyebut pengerjaan proyek ini tidak rapi. Namun, setelah dilakukan pengecekan langsung ke lapangan, pelaksana memastikan tidak ada temuan pelanggaran teknis yang berarti.
“Kami terbuka jika ada pihak yang ingin melakukan inspeksi mendadak. Justru kami ingin semua pihak melihat langsung progresnya,” tambahnya.
Pemerintah desa setempat menargetkan dapur MBG di Nanga Dua bisa segera beroperasi setelah seluruh tahapan selesai. Dapur ini nantinya akan melayani kebutuhan gizi anak sekolah dan balita di sekitar desa.
Program MBG sendiri menjadi salah satu prioritas nasional yang diturunkan hingga ke tingkat desa. Keberadaan dapur ini diharapkan bisa mempercepat distribusi makanan bergizi di kawasan perbatasan Kapuas Hulu.
Setelah pembangunan fisik selesai, tahapan berikutnya adalah uji coba operasional dan pelatihan tenaga pengelola dapur. Pihak desa juga akan menyiapkan sistem distribusi pangan agar tepat sasaran.
Pelaksana proyek berjanji akan menyelesaikan sisa pekerjaan dalam waktu dekat. “Kami kejar target agar dapur bisa segera digunakan oleh warga,” pungkasnya.