PONTIANAK — Prosesi adat yang sarat makna itu berlangsung khidmat di tengah riuhnya perayaan PGD ke-40. Krisantus Kurniawan menjalani serangkaian ritual yang dipandu oleh tetua adat Dayak, sebuah tradisi turun-temurun yang menjadi puncak pengukuhan gelar kehormatan.
Bagi masyarakat Dayak, pemberian gelar adat bukan sekadar seremoni. Ini adalah simbol penerimaan seorang tokoh ke dalam struktur sosial dan spiritual komunitas. Krisantus, yang sehari-hari menjabat sebagai Wagub Kalbar, dianggap telah menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat adat di provinsi tersebut.
Ritual Makan Beradat menjadi puncak acara. Dalam tradisi Dayak, prosesi ini melambangkan persaudaraan dan pengakuan. Krisantus duduk bersama para tetua adat, menikmati hidangan khas yang telah didoakan, sebagai tanda bahwa ia telah resmi diterima sebagai bagian dari keluarga besar Dayak.
"Ini bukan hanya gelar, tapi amanah besar untuk terus menjaga nilai-nilai leluhur dan memperjuangkan kepentingan masyarakat adat," ujar Krisantus dalam sambutannya usai prosesi, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima redaksi.
Pekan Gawai Dayak ke-40 yang digelar di Pontianak menjadi momentum penting bagi seluruh subsuku Dayak di Kalimantan Barat. Selain ritual adat, acara ini diisi dengan pameran kerajinan, diskusi budaya, dan pentas seni. Ribuan warga dari berbagai kabupaten hadir menyaksikan langsung prosesi pengukuhan gelar Wagub Kalbar.
Penganugerahan gelar adat kepada seorang pejabat publik kerap dibaca sebagai sinyal kuat hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan komunitas adat. Di Kalbar, di mana suku Dayak merupakan salah satu kelompok etnis terbesar, langkah ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah.
Krisantus sendiri menegaskan bahwa gelar tersebut akan menjadi motivasi ekstra. Ia berjanji akan lebih gencar mendorong program-program yang berpihak pada pelestarian lingkungan dan hak-hak masyarakat adat, dua isu yang selama ini menjadi perhatian utama komunitas Dayak.
Setelah resmi bergelar adat, Krisantus diharapkan bisa menjadi jembatan antara nilai-nilai tradisional dengan kebijakan modern pemerintahan. Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar untuk merumuskan program kerja bersama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di pedalaman.
Perhelatan PGD ke-40 sendiri akan berlangsung selama sepekan. Puncak acara ditutup dengan doa bersama dan pesta rakyat yang melibatkan puluhan sanggar seni dari seluruh Kalimantan Barat.