PONTIANAK — Bantuan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kalimantan Barat tidak akan hanya berputar di kota-kota besar. Gubernur Kalbar Ria Norsan secara khusus mengarahkan jajarannya untuk memprioritaskan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan lembaga pendidikan keagamaan dalam proses penyaluran tahun ini.
Prioritas untuk Daerah yang Jarang Tersentuh
Ria Norsan menegaskan bahwa pemerataan menjadi prinsip utama dalam program ini. Ia meminta Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kalbar melakukan pendataan ketat agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang membutuhkan.
"Kami mengutamakan daerah-daerah terpencil terlebih dahulu, termasuk pondok pesantren agar para santri juga dapat merasakan manfaat hewan kurban," kata Ria Norsan di Pontianak, Kamis.
Bagaimana Proses Seleksi Penerima?
Pemprov Kalbar tidak sekadar membagi hewan kurban secara merata ke 14 kabupaten/kota. Ada kriteria khusus yang diterapkan. Selain kawasan 3T, bantuan juga diprioritaskan bagi masjid agung di setiap daerah serta pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan yang telah mengajukan permohonan bantuan secara resmi.
Ria Norsan menjelaskan, seleksi penerima dilakukan dengan mempertimbangkan masyarakat yang paling membutuhkan dan belum memiliki kesempatan rezeki yang sama. Pendataan menyeluruh telah dikoordinasikan untuk memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran dan berkeadilan.
Apresiasi untuk Bank Kalbar dan Harapan ke Depan
Selain mengatur distribusi, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung program sosial ini. Bank Kalbar disebut konsisten berkontribusi dalam kegiatan keagamaan dan sosial di Kalimantan Barat.
Pemprov berharap seluruh proses, mulai dari distribusi hingga penyembelihan hewan kurban, dapat berlangsung amanah dan tertib. "Mudah-mudahan amanah ini dapat kita jalankan dengan sebaik-baiknya. Harapan kita bersama, apa yang dilakukan ini mendapat rida dan berkah dari Allah SWT," tutur Ria Norsan.