KALIMANTAN BARAT — Direktur PFA, Wolfgang Pikal, menyatakan akademi ini berdiri sejak 31 Agustus 2022 setelah diresmikan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo di Jayapura. Sejak angkatan pertama, PFA memadukan latihan sepakbola, sekolah akademik, pembentukan karakter, nutrisi, psikologi, hingga aspek perlindungan anak dalam satu sistem pembinaan.
Tiga Pilar Edukasi di Dalam dan Luar Lapangan
Wolfgang menegaskan ada tiga hal yang ingin ditanamkan ke setiap anak asuh PFA. Bukan hanya teknik mengolah si kulit bundar, tapi juga cara menjalani hidup dan menempuh pendidikan formal.
"Tujuan di sini kita mau edukasi anak di dalam tiga hal, lifestyle, sekolah akademik, dan edukasi untuk sepakbola," kata Wolfgang di Mimika Sport Complex, Timika, Papua, Selasa (15/9/2026).
Setelah menyelesaikan jenjang SMP, para pemain diarahkan melanjutkan karier ke akademi elite di Pulau Jawa, termasuk klub-klub Liga 1. PFA memandang Jawa sebagai pusat ekosistem sepakbola nasional, sehingga anak-anak Papua harus siap berkompetisi di lingkungan baru yang jauh dari kampung halaman.
Seleksi Ketat dari 2.500 Anak Jadi 25 Pemain
Tim pencari bakat PFA tidak menunggu pemain datang ke Timika. Mereka mendatangi berbagai kota dan kabupaten di Papua, menggelar pertandingan, lalu mengamati langsung pemain yang dinilai menonjol.
Dari sekitar 2.500 anak yang tersebar di 18 kota dan kabupaten, hanya 25 pemain yang akhirnya lolos ke angkatan baru. Prosesnya berjenjang: seleksi lapangan, pemanggilan final camp, hingga tes kesehatan dan psikologi sebagai penentu akhir.
"Final camp itu langkah yang kedua, di mana kita di sini kumpulkan 60 anak untuk seleksi the best against the best," ujar Wolfgang.
Sejak tahun ini, PFA memperluas metode pencarian bakat lewat turnamen mini yang melibatkan delapan hingga 10 tim. Di hari terakhir, open selection dibuka bagi anak-anak yang ingin mencoba peruntungan dan menunjukkan kemampuan di depan pelatih.
Jalur ke Timnas U-16, U-17, dan U-19
Sejumlah lulusan PFA sudah menembus tim nasional kelompok umur. Satu pemain masuk timnas U-19, empat pemain ke timnas U-17, dan tiga pemain mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16 pada 12 September hingga 11 Oktober 2026 di Surakarta, Jawa Tengah.
Program TC tersebut menjadi bagian persiapan menuju FIFA World Cup U-15, Piala Asia 2028, serta pembentukan Garuda United yang akan berlaga di Elite Pro Academy U-18 musim 2026/2027. Satu alumni kelahiran 2011, Jasshen Janeiro Sokoy, kini dibina sebagai siswa Akademi Persebaya.
Catatan PFA menyebut 8.751 talenta telah diseleksi sepanjang 2022-2026 dari 22 kabupaten/kota di enam provinsi di Papua. Dari jumlah itu, 136 pemain terpilih, 60 pemain aktif, dan 44 alumni sudah dihasilkan hingga sekarang.
Latihan 15-20 Jam per Pekan Setara Level Eropa
Pemain baru di PFA menjalani sekitar 15 jam latihan sepakbola setiap pekan. Untuk kelompok usia lebih dewasa, volumenya naik menjadi sekitar 20 jam per minggu, termasuk sesi analisis pertandingan.
"Sudah level seperti elite di Eropa, setiap hari main bola," kata Wolfgang.
Pembinaan di PFA tidak berhenti pada aspek teknis dan taktis. Akademi ini juga menekankan disiplin, gizi, dan kesiapan mental agar para pemain mampu bertahan di kompetisi profesional yang menuntut konsistensi tinggi.