Pencarian

Kemarau Panjang di Sanggau, Produksi Padi dan Sayur Menurun, Petani Kurangi Luas Tanam

Kamis, 03 September 2026 • 20:42:02 WIB
Kemarau Panjang di Sanggau, Produksi Padi dan Sayur Menurun, Petani Kurangi Luas Tanam
Petani memeriksa kondisi tanaman padi di tengah kekeringan yang melanda sentra pertanian di Kabupaten Sanggau.

SANGGAU — Kekeringan yang melanda sejumlah sentra pertanian di Kabupaten Sanggau mulai menggerus hasil panen petani. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (DKPTPHP) setempat mencatat produksi padi dan sayuran mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir imbas kemarau panjang.

Kepala DKPTPHP Kabupaten Sanggau, Kubin, mengakui kondisi cuaca ekstrem ini berdampak langsung pada produktivitas lahan pertanian lokal.

“Ya, ada pengaruh penurunan terhadap produksi pertanian lokal kita, seperti padi misalnya,” ujarnya kepada wartawan di Sanggau, Kamis (3/9/2026).

Belum Ada Padi Puso, Stok Gabah Petani Masih Aman

Di tengah ancaman gagal panen, Kubin menyampaikan kabar baik. Hingga saat ini belum ditemukan tanaman padi yang mati atau puso di sawah milik petani.

“Kondisi tanaman padi terutama di sawah saat ini belum berdampak puso. Karena petani baru selesai panen dan masih memiliki stok gabah simpan, saya yakin belum sampai pada krisis pangan,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi penyangga utama petani Sanggau untuk tetap memenuhi kebutuhan pangan meskipun hasil panen berikutnya berisiko menurun.

Sayur-sayuran Ikut Terdampak Keterbatasan Air

Penurunan produksi tidak hanya dialami komoditas padi. Tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran turut merasakan dampak kekeringan. Kubin menjelaskan, minimnya pasokan air menjadi kendala utama bagi petani untuk menyiram tanaman setiap hari.

“Kasusnya sama dengan padi, di tanaman sayur juga dipengaruhi ketersediaan air untuk menyiram tanaman,” ungkapnya.

Keterbatasan air ini memaksa para petani sayur untuk lebih selektif dalam memilih komoditas yang tetap layak ditanam di musim kemarau.

Langkah Antisipasi Petani di Tengah Kekeringan

Menghadapi ancaman krisis air yang berkepanjangan, para petani di Sanggau mulai menerapkan strategi adaptasi. Kubin menyebut, salah satu langkah yang ditempuh adalah mengurangi volume tanam menyesuaikan dengan jumlah ketersediaan air untuk menyiram tanaman.

Langkah ini diambil agar petani tetap bisa bertahan dan tidak mengalami kerugian besar di tengah ketidakpastian musim. DKPTPHP Sanggau berharap seluruh petani di wilayahnya mampu menjaga stabilitas pasokan pangan meskipun kondisi cuaca tidak mendukung.

“Kemarau ini memang berdampak terhadap pertanian kita, harapan kita semoga petani kita stabil dalam memenuhi pasokan,” pungkas Kubin.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tkppontianak.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks