Pencarian

Karhutla Kalbar Meluas, 709,9 Hektare Lahan Terbakar dan 3 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Senin, 31 Agustus 2026 • 16:31:35 WIB
Karhutla Kalbar Meluas, 709,9 Hektare Lahan Terbakar dan 3 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
Petugas memantau titik api saat kebakaran hutan dan lahan meluas di Kalimantan Barat.

PONTIANAK — Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat menunjukkan perluasan signifikan dengan total lahan terbakar mencapai 709,9 hektare. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar mencatat telah menerima 57 laporan polisi yang tersebar di wilayah hukumnya. Dari jumlah tersebut, 30 orang telah berstatus terlapor dan tiga di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Data yang dihimpun per 28 hingga 29 Agustus menunjukkan dari 57 laporan itu, sebanyak 40 perkara masih dalam tahap penyelidikan. Delapan perkara lain telah naik ke tahap penyidikan, sementara sembilan perkara diserahkan ke DLHK Kalbar karena di luar ranah pidana atau bersifat administratif.

Polda Fokus pada Pembukaan Lahan secara Sengaja

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Kombes Pol Burhanuddin, menegaskan setiap laporan yang masuk ditangani dengan proses yang profesional dan transparan. Ia memastikan pemantauan terhadap titik-titik rawan karhutla terus dilakukan secara berkala.

"Hingga saat ini, akumulasi penanganan kasus karhutla oleh Polda Kalbar, dan jajaran telah mencapai 57 laporan polisi dengan 30 terlapor dan tiga orang tersangka. Dari total laporan tersebut, sebanyak 40 perkara saat ini masih dalam tahap penyelidikan, delapan perkara berada di tahap penyidikan, serta sembilan perkara lainnya telah kami limpahkan ke Dinas Lingkungan Hidup," ujar Burhanuddin.

Penindakan hukum akan diarahkan pada unsur kesengajaan dalam pembukaan lahan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta melindungi kesehatan masyarakat Kalbar dari dampak kabut asap.

Relawan Pemadam Terima Dukungan Logistik dari Warga

Di tengah upaya penanganan darurat, Aliansi Selamatkan Kalbar menyalurkan bantuan air mineral dan masker kepada relawan Yayasan Pemadam Kebakaran Parit Haji Muksin (YPK-PHM). Bantuan diserahkan langsung di posko pemadam kebakaran oleh Koordinator Aliansi Selamatkan Kalbar, Oky Pramdhani.

"Air mineral dan masker ini adalah bentuk kecil dari solidaritas kita kepada kawan-kawan pemadam yang setiap hari berada di garis depan. Mereka berhadapan langsung dengan panas, asap, dan risiko keselamatan untuk melindungi masyarakat," kata Oky.

Ia menilai dukungan logistik menjadi kebutuhan dasar bagi relawan yang bertugas dalam kondisi penuh asap dan panas. Selain pemadaman, para relawan juga membutuhkan perlindungan kesehatan selama berada di lapangan.

Seruan untuk Kolaborasi Lintas Sektor

Oky menekankan penanganan kebakaran tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan petugas resmi. Keterlibatan organisasi masyarakat, mahasiswa, komunitas, dan dunia usaha diperlukan untuk memperkuat respons terhadap kebakaran di permukiman maupun wilayah lain.

"Ini bukan hanya persoalan pemadam kebakaran. Ini persoalan keselamatan masyarakat dan lingkungan. Karena itu, kita harus bergerak bersama, mulai dari pencegahan sampai memastikan mereka yang berada di garis depan mendapatkan perlindungan dan dukungan yang layak," tegasnya.

Aliansi Selamatkan Kalbar mendorong agar upaya pencegahan dan edukasi masyarakat diperkuat, bukan sekadar pemadaman saat api muncul. Penguatan respons darurat dan perlindungan bagi petugas serta relawan menjadi prioritas yang tidak terpisahkan.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks