Pencarian

Hotspot di Kalbar Capai 7.374 Titik, Ketapang dan Kubu Raya Mendominasi Kebakaran Lahan

Senin, 31 Agustus 2026 • 12:46:31 WIB
Hotspot di Kalbar Capai 7.374 Titik, Ketapang dan Kubu Raya Mendominasi Kebakaran Lahan
BMKG mencatat 7.374 titik panas di Kalimantan Barat, dengan Ketapang dan Kubu Raya sebagai wilayah tertinggi.

PONTIANAK — BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mencatat 7.374 titik panas tersebar di 15 kabupaten/kota Kalimantan Barat pada periode 30 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Angka ini mencerminkan tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Dari total hotspot yang terdeteksi, 3.184 titik atau hampir setengahnya berada di Kabupaten Ketapang. Wilayah ini sekaligus mencatatkan tingkat kepercayaan tinggi terbanyak dengan 199 titik, sementara sisanya terdiri dari 2.955 titik berlevel sedang dan 30 titik berlevel rendah.

Ketapang dan Kubu Raya: Dua Wilayah dengan Titik Panas Terbanyak

Kubu Raya menyusul di posisi kedua dengan 1.352 hotspot. Data BMKG menunjukkan 1.278 titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan sedang, 54 titik berlevel tinggi, dan 20 titik berlevel rendah.

Enam wilayah lain yang mencatatkan angka signifikan adalah Kayong Utara dengan 840 titik, Melawi 610 titik, Sintang 292 titik, dan Kapuas Hulu 245 titik. Adapun Mempawah tercatat 232 titik, Sanggau 219 titik, Sekadau 124 titik, serta Landak 111 titik.

Kota-kota besar mencatatkan jumlah lebih kecil. Singkawang memiliki 64 titik, Sambas 63 titik, Bengkayang 28 titik, dan Pontianak hanya 10 titik.

Data Satelit: Indikasi, Bukan Kepastian Titik Kebakaran

BMKG mendeteksi hotspot menggunakan sensor VIIRS dan MODIS yang dipasang pada satelit polar. Teknologi ini membaca anomali panas di permukaan bumi untuk memberikan gambaran lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran.

"Data tersebut memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan/lahan dan harus dipahami sebagai indikasi, bukan kepastian titik kebakaran," demikian penjelasan BMKG dalam rilisnya.

Potensi Kabut Asap dan Imbauan untuk Warga

Dengan tingginya sebaran hotspot, risiko kabut asap yang menyelimuti permukiman dan jalur transportasi meningkat. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Kondisi ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat upaya pemadaman dan pencegahan karhutla, mengingat musim kemarau masih berlangsung. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memperluas sebaran titik panas.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbarnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks