Pencarian

Kabut Asap Landa Kalbar, Festival Lestari 2026 di Sintang, Sanggau, dan Kapuas Hulu Mundur ke November

Jumat, 28 Agustus 2026 • 10:31:01 WIB
Kabut Asap Landa Kalbar, Festival Lestari 2026 di Sintang, Sanggau, dan Kapuas Hulu Mundur ke November
Kabut asap menyelimuti Kalimantan Barat, memaksa Festival Lestari 2026 di tiga kabupaten diundur ke November.

SINTANG — Kepastian perubahan jadwal itu disampaikan Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Boby Oktavianus, dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pameran Pembangunan, Ekonomi Kreatif, Kelam Tourism Festival dan Panggung Hiburan Rakyat Tahun 2026, Kamis (27/8/2026). Festival yang semula dijadwalkan berlangsung di tiga kabupaten, yakni Sintang, Sanggau, dan Kapuas Hulu, terpaksa diundur karena kualitas udara yang memburuk.

Pesawat Sulit Landing, Mitra Asing Minta Reschedule

Boby mengungkapkan, kekhawatiran utama bukan hanya soal kenyamanan peserta, tetapi kelancaran transportasi udara. Banyak mitra internasional yang telah memesan tiket penerbangan menuju Pontianak dan Sintang, namun dikonfirmasi bahwa pesawat kemungkinan besar akan kesulitan landing di tengah kabut asap tebal.

“Setelah dikonfirmasi, kemungkinan besar pesawat-pesawat itu akan sulit landing di Pontianak, apalagi di Sintang. Itu yang menjadi pertimbangan, sehingga para mitra akhirnya juga me-reschedule jadwal mereka,” terang Boby, Kamis.

Kondisi ini, lanjutnya, menjadi pertimbangan berat bagi LTKL. Pasalnya, kehadiran mitra luar negeri merupakan bagian penting dari agenda festival yang mengusung tema pembangunan berkelanjutan tersebut.

Bukan Dibatalkan, Persiapan Justru Dimatangkan

Boby menegaskan, penundaan ini bukan pembatalan. Pemerintah daerah bersama LTKL justru memanfaatkan tambahan waktu dua bulan untuk mematangkan berbagai persiapan, mulai dari kesiapan lokasi, agenda kegiatan, hingga koordinasi dengan pelaku ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.

“Jadi kita bukan membatalkan, tetapi mengundur. Kita berharap pada November nanti kondisi sudah lebih baik sehingga tamu-tamu dari luar daerah dan luar negeri dapat datang dan seluruh rangkaian Festival Lestari bisa terlaksana dengan maksimal,” pungkas Boby.

Baginya, keputusan mengundur kegiatan merupakan langkah yang tidak mudah. “Pembatalan ini juga sebenarnya suasananya tidak enak di LTKL karena mitra dari luar negeri yang akan datang ke Sintang itu banyak yang sudah memesan tiket,” ujarnya.

Momentum Strategis Kenalkan Potensi Sintang

Bagi Kabupaten Sintang, Festival Lestari dimaknai sebagai kesempatan strategis memperkenalkan kekayaan alam, budaya, pariwisata, dan produk ekonomi kreatif kepada peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara. Dengan jadwal baru di awal November, diharapkan musim kemarau telah berlalu dan kualitas udara kembali normal.

Festival ini juga menjadi ajang memperkuat kolaborasi antardaerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Barat. Keputusan final tetap berada di tangan Ketua Umum LTKL, Mohamad Rizal Intjenae yang juga Bupati Sigi, Sulawesi Tengah.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks