SEKADAU — Aksi kemanusiaan ini dipusatkan di depan Gedung UMKM Center Sekadau. Setelah apel bersama, para relawan menyebar ke persimpangan jalan, kawasan pasar, dan warung-warung untuk menjangkau warga yang masih beraktivitas di luar ruangan.
Ketua RAPI Wilayah 13 Kabupaten Sekadau, Kundori (JZ21LKD), menyebut kegiatan ini merupakan wujud kehadiran organisasi di tengah masyarakat yang terdampak kualitas udara buruk.
"Masker yang dibagikan memang sederhana, tetapi ini merupakan bentuk kepedulian untuk membantu melindungi masyarakat, khususnya dari dampak asap dan kualitas udara yang kurang sehat," kata Kundori.
Kolaborasi Lintas Instansi dan Komunitas
Pembagian masker tidak dilakukan sendirian. RAPI menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Palang Merah Indonesia (PMI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Sejumlah komunitas dan paguyuban juga ikut ambil bagian, seperti Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB), Simpay, Seuweu Siwi Siliwangi (S4), serta Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI). Unsur TNI/Polri turut mendukung pengamanan dan kelancaran kegiatan.
Kasat Lantas: Pencegahan Harus Jadi Gerakan Bersama
Kasat Lantas Polres Sekadau, IPTU Sudarsono, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pembagian masker membantu tugas aparat dalam melindungi warga dari dampak kesehatan akibat kabut asap.
"Kami berharap aksi ini bisa bermanfaat kepada masyarakat dalam peduli darurat kabut asap ini," ujarnya saat memberikan pengarahan sebelum peserta bergerak ke titik pembagian.
RAPI Ambil Peran di Luar Fungsi Komunikasi
Kundori menegaskan bahwa RAPI tidak hanya berfungsi sebagai jaringan komunikasi radio. Organisasi ini ingin berkontribusi langsung ketika warga menghadapi kondisi darurat.
"RAPI memiliki jaringan komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung koordinasi di lapangan. Namun yang lebih penting adalah bagaimana keberadaan RAPI bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak bisa diserahkan kepada satu pihak saja. Kundori mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berhenti membakar lahan, terutama di tengah cuaca panas dan kering.
"Pencegahan harus menjadi gerakan bersama," tegasnya.
Distribusi masker tahap pertama menyasar pengendara yang melintas di persimpangan dan warga yang beraktivitas di pusat keramaian. Pembagian akan dilanjutkan pada hari-hari berikutnya hingga stok 15.000 masker habis.