BENGKAYANG — Sebanyak 39 paket permakanan dan sandang, 119 lembar kasur, 39 tenda gulung, serta 60 dus mi instan tiba di posko pengungsian untuk meringankan beban korban kebakaran Pasar Sungai Duri. Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Kepala Desa Sungai Duri untuk didistribusikan kepada warga yang kehilangan tempat usaha dan huniannya.
Usai penyerahan bantuan, Krisantus bersama Bupati Bengkayang dan Wali Kota Singkawang meninjau langsung lokasi kebakaran. Pihaknya meminta pemerintah kabupaten segera melakukan pembersihan puing-puing dan penataan lahan agar proses pemulihan ekonomi warga bisa berjalan cepat.
Pembersihan Lokasi Diminta Dipercepat, Administrasi Jadi Prioritas
Krisantus menegaskan percepatan rehabilitasi menjadi fokus utama setelah masa tanggap darurat. Ia meminta Bupati Bengkayang mempercepat proses administrasi yang menjadi kewenangan kabupaten.
"Hal-hal yang berkaitan dengan administrasi dan menjadi kewenangan kabupaten tentu dapat dipercepat. Jika ada yang menjadi kewenangan provinsi, tentu Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga akan membantu mempercepat proses rehabilitasi tempat usaha Bapak dan Ibu yang terkena musibah ini," ujarnya di lokasi.
Musim Kemarau: Wagub Ingatkan Potensi Kebakaran Meluas
Di sela kunjungannya, Krisantus menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa para pedagang dan warga Sungai Duri. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi kemarau yang masih berlangsung.
"Saya bersedih, Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian. Saya sangat bersimpati dan berempati atas musibah yang terjadi. Ini bukan kehendak kita, tetapi merupakan bencana yang tidak direncanakan dan bisa menimpa siapa saja," ungkap Krisantus.
Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran sembarangan, baik di kawasan permukiman, pasar, maupun ruko. Menurutnya, kelalaian satu pihak dapat berdampak luas bagi lingkungan sekitar.
"Di kompleks perumahan, pasar, ruko, maupun permukiman yang rumahnya terpisah-pisah, kita harus sama-sama berhati-hati. Apalagi pada musim kemarau yang sangat kering seperti saat ini, kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran harus ditingkatkan," tambahnya.
Gotong Royong Pemulihan Ekonomi Pasca-Kebakaran
Pemerintah provinsi tidak hanya mengandalkan bantuan logistik. Krisantus mengajak pelaku usaha dan pihak peduli bergotong royong membantu korban agar beban pemulihan tidak ditanggung sendiri oleh warga.
"Semoga bantuan yang kami berikan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat bermanfaat bagi Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian. Tetap sabar, karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan dapat kita selesaikan bersama," pungkasnya.
Sinergi antara Pemprov Kalbar, Pemkab Bengkayang, pemerintah desa, dan dunia usaha dinilai penting untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan berkelanjutan. Bantuan yang disalurkan diharapkan menjadi penyangga kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat berlangsung.