Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Duri di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (20/8) sore, menghanguskan 50 unit bangunan dan menimbulkan kerugian materiil sementara yang diperkirakan mencapai Rp 70 miliar. Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab menyebutkan api baru berhasil dijinakkan setelah puluhan unit mobil pemadam dikerahkan dari berbagai daerah. Peristiwa ini memaksa 119 warga dari 39 kepala keluarga di dua RT kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.
BENGKAYANG — Ratusan warga di Desa Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kini kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian setelah kebakaran besar meluluhlantakkan kawasan Pasar Sungai Duri, Kamis (20/8) malam. Sedikitnya 50 unit bangunan yang terdiri dari ruko, toko, gudang, hingga rumah pribadi hangus terbakar, dengan nilai kerugian materiil sementara yang ditaksir mencapai Rp 70 miliar.
"Kerugian materiil sementara diperkirakan kurang lebih Rp 70 miliar, terdiri atas 50 unit bangunan atau ruko serta sembako, barang elektronik dan barang berharga lainnya," kata Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab di Bengkayang, Jumat.
119 Warga Terdampak, Posko Pengungsian Dibuka di Kantor Desa
Dampak sosial dari peristiwa ini terbilang besar. Kepala Desa Sungai Duri, Hariyanto, mendata sebanyak 119 orang dari 39 kepala keluarga yang tersebar di RT 01 dan RT 02 kini terdampak langsung. Dari jumlah tersebut, terdapat 22 lansia dan 12 balita yang membutuhkan perhatian khusus.
Pemerintah desa telah menyiapkan aula kantor desa Sungai Duri sebagai posko pengungsian untuk menampung warga yang rumahnya ludes dilalap si jago merah. "Total ada 119 orang yang terdiri dari dua rukun tetangga (RT) yakni RT 01 dan RT 02," ujar Hariyanto.
Api Berkobar dari Ruko, Bangunan Kayu Membuat Api Cepat Menyebar
Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 18.30 WIB ketika warga melihat kepulan asap dan api dari salah satu ruko di Jalan Wiraguna, Dusun Suka Damai. Lokasi pasar yang berada tepat di ruas jalan nasional Pontianak menuju Singkawang ini membuat akses mobilisasi petugas pemadam menjadi krusial.
Kapolres menjelaskan, api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain karena posisi antar ruko yang saling berdekatan. "Sebagian besar bangunan juga terbuat dari kayu dan merupakan bangunan lama," jelasnya. Kondisi ini menjadi faktor utama yang mempersulit upaya pemadaman di awal kejadian.
33 Mobil Damkar Dikerahkan, Padam Setelah 10 Jam
Upaya pemadaman melibatkan kekuatan besar. Sebanyak 33 unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan dari Kabupaten Bengkayang, Singkawang, Mempawah, dan wilayah sekitarnya. Selain itu, 77 personel gabungan TNI-Polri diterjunkan untuk membantu pemadaman, mengamankan lokasi, mengatur lalu lintas, serta mengevakuasi barang-barang warga yang masih bisa diselamatkan.
Setelah berjibaku selama lebih dari sepuluh jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.10 WIB. Petugas gabungan kemudian melakukan pendinginan terhadap puing-puing bangunan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Polisi Periksa Lokasi, Dugaan Korsleting Belum Dipastikan
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih menjadi misteri dan tengah diselidiki oleh pihak kepolisian. Tim identifikasi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mencari sumber api.
"Tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan kebakaran sehingga perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut," tegas AKBP Syahirul Awab. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PLN untuk normalisasi jaringan listrik pasca-penanganan kebakaran.
Sementara itu, seorang warga bernama Fendi (33) sempat dilarikan ke RS Rubini Mempawah karena mengalami sesak napas setelah menghirup asap dan sempat pingsan. Beruntung, tidak ditemukan luka serius pada korban. Kini, fokus utama petugas adalah membersihkan puing-puing bangunan dan memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan serta tempat tinggal sementara yang layak.