Pencarian

Presiden Prabowo Pimpin Langsung Rapat Karhutla di Lanud Supadio Pontianak, Luas Kebakaran Tembus 38.310 Hektare

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:51:32 WIB
Presiden Prabowo Pimpin Langsung Rapat Karhutla di Lanud Supadio Pontianak, Luas Kebakaran Tembus 38.310 Hektare
Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung rapat penanganan karhutla di Mako Lanud Supadio, Pontianak, Sabtu (tanggal).

PONTIANAK — Presiden Prabowo Subianto datang ke Kalimantan Barat untuk melihat langsung kondisi karhutla yang melanda provinsi tersebut. Dalam rapat di Mako Lanud Supadio, Pontianak, Sabtu, ia meminta paparan situasi terkini dari jajaran terkait sebelum menentukan langkah penanganan selanjutnya.

"Baik, terima kasih, saudara-saudara sekalian, saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata, sekarang saya minta siapa bisa kasih saya presentasi tentang situasi," ujar Prabowo saat membuka rapat.

Ketapang Jadi Wilayah Terparah, 12.443 Hektare Terbakar

Tenaga Ahli BNPB Asbullah memaparkan data terbaru yang menunjukkan sebaran titik api tidak merata di Kalbar. Kabupaten Ketapang mencatatkan luas karhutla terbesar dengan 12.443 hektare, disusul Kubu Raya 8.614 hektare, Mempawah 6.144 hektare, dan Sambas 2.318 hektare.

Wilayah dengan hamparan lahan gambut menjadi perhatian utama karena berkontribusi signifikan terhadap munculnya kabut asap yang menyelimuti sejumlah kabupaten/kota.

Sembilan Kabupaten Sudah Tetapkan Status Siaga Darurat

Penetapan status siaga darurat bencana asap bukan tanpa dasar. Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel menyebutkan, setidaknya sembilan kabupaten di provinsi ini telah menetapkan status siaga sejak awal tahun sebagai respons atas meluasnya kebakaran.

Pemerintah Provinsi Kalbar telah mengerahkan berbagai upaya penanganan, mulai dari patroli darat, pemantauan udara, hingga pemadaman langsung di titik-titik api.

Operasi Modifikasi Cuaca Terkendala Kondisi Atmosfer

Operasi modifikasi cuaca (OMC) sebenarnya telah berjalan sejak April 2026 untuk mendukung pengendalian karhutla. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi syarat penyemaian garam untuk memicu hujan.

"Operasi modifikasi cuaca itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Itu berdasarkan perkiraan dari BMKG apakah ada potensi awan yang bisa ditaburi garam berpotensi hujan. Kalau tidak, tidak bisa juga," jelas Daniel.

Dengan luas karhutla yang telah melampaui 38 ribu hektare, pemerintah terus mengoptimalkan seluruh instrumen yang ada untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat Kalimantan Barat.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks