Pencarian

Dua Perusahaan di Kawasan Industri Pulau Penebang Kayong Utara Raih Penghargaan dari Pemprov Kalbar

Kamis, 20 Agustus 2026 • 22:07:31 WIB
Dua Perusahaan di Kawasan Industri Pulau Penebang Kayong Utara Raih Penghargaan dari Pemprov Kalbar
Gubernur Kalimantan Barat menyerahkan penghargaan kepada perwakilan PT Kayong Aluminium Nusantara dan PT Kayong Power Nusantara di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak.

PONTIANAK — Dua perusahaan di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Kabupaten Kayong Utara, menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. PT Kayong Aluminium Nusantara (KAN) dan PT Kayong Power Nusantara (KPN) diapresiasi atas konsistensinya dalam merealisasikan rencana investasi dan kepatuhan administrasi pelaporan penanaman modal.

Penghargaan ini diberikan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bertepatan dengan perayaan HUT Republik Indonesia. Pemberian apresiasi berlangsung di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak.

Penilaian atas Kepatuhan LKPM dan Realisasi Investasi

Penghargaan yang diterima kedua perusahaan merupakan bentuk pengakuan atas keaktifan mereka dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tahun 2025. Kepatuhan ini menjadi indikator bahwa perusahaan tidak hanya serius merealisasikan komitmen investasinya, tetapi juga memenuhi kewajiban administratif sesuai ketentuan yang berlaku.

Laporan tersebut menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk memantau perkembangan realisasi investasi di daerah. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat mengawasi pelaksanaan investasi secara berkelanjutan.

Target Operasional Komersial KIPP pada 2027

Direktur KAN/KIPP Rasnius Pasaribu menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan Pemprov Kalbar. Menurutnya, penghargaan ini menjadi dukungan moral bagi manajemen dan seluruh pekerja yang tengah terlibat dalam proses konstruksi kawasan industri.

“Pembangunan akan kami selesaikan sesuai jangka waktu yang telah dibuat, dan kami mohon juga dukungan dari Pemerintah Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara untuk terus mendukung dan bekerja sama dengan lebih baik,” kata Rasnius.

Manajemen menargetkan KIPP dapat beroperasi dan masuk ke tahap produksi komersial pada tahun 2027. Seluruh tahapan investasi di kawasan tersebut dijalankan secara tertib dan mengacu pada regulasi yang berlaku.

Dampak bagi Perekonomian Kalbar

Kehadiran industri pengolahan alumina dan aluminium di KIPP diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas bauksit di Kalimantan Barat. Pengembangan kawasan ini juga dinilai akan memperkuat rantai pasok industri, membuka lapangan kerja, serta memberikan efek berganda bagi perekonomian Kabupaten Kayong Utara.

“Alhamdulillah, komitmen kami sebagai investor sudah berjalan dengan baik. Hal ini tentu dapat dilihat dari penghargaan ini,” ujar Rasnius menegaskan.

Perkembangan KIPP menjadi salah satu agenda penting dalam perjalanan industri pemurnian dan pengolahan bauksit di Kalimantan Barat. Penghargaan ini sekaligus menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri tidak hanya dinilai dari pembangunan fisik, tetapi juga konsistensi perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemerintah.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks