Pencarian

Investasi Kalbar Capai Rp11,69 Triliun pada Triwulan I 2026, Pengusaha Diminta Gandeng UMKM

Kamis, 08 Oktober 2026 • 21:46:01 WIB
Investasi Kalbar Capai Rp11,69 Triliun pada Triwulan I 2026, Pengusaha Diminta Gandeng UMKM
Investasi Kalimantan Barat mencapai Rp11,69 triliun pada triwulan I 2026.

PONTIANAK — Staf Bidang Ekonomi Sekretariat Daerah Kalimantan Barat Tere Widi menyampaikan capaian investasi tersebut dalam forum group discussion bertema "Kolaborasi Publik Mendorong Investasi Inklusif dan Berkelanjutan di Kalbar" yang digelar Sekber Satu Kata. Menurut dia, angka triwulan I 2026 baru sekitar seperlima dari target tahunan yang dipatok Rp55,2 triliun.

Pemerintah provinsi menilai capaian itu perlu diikuti tanggung jawab pelaku usaha. Investasi yang masuk diharapkan tidak hanya menambah nilai modal, tetapi juga membuka ruang ekonomi bagi warga sekitar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Realisasi 2025 Lampaui Target Lebih dari 100 Persen

Kinerja investasi Kalbar pada 2025 tercatat Rp51,36 triliun dari target Rp30,39 triliun. Artinya, realisasi tahun lalu melampaui target yang ditetapkan pemerintah provinsi.

"Dengan tercapainya realisasi lebih dari 100 persen pada tahun 2025 lalu, pemerintah meminta komitmen pengusaha untuk memberikan dampak ke masyarakat, terutama kesejahteraannya. Komitmen pengusaha untuk tak hanya berinvestasi, tapi juga memberikan kontribusi ke masyarakat," kata Tere.

Menurut dia, pemerintah sudah memberlakukan ketentuan yang mewajibkan perusahaan besar membangun kemitraan dengan UMKM. Pola itu dinilai penting agar investasi tidak hanya mengalir ke pemodal besar, tetapi juga menjangkau pelaku usaha lokal.

Kemitraan dengan UMKM Jadi Syarat yang Ditekankan

Tere menegaskan Kalbar masih terbuka lebar bagi investor baru. Namun, pertumbuhan investasi perlu dibarengi kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM.

"Kalbar masih sangat terbuka untuk investasi, pengusaha harus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, pemerintah dan masyarakat. Kemitraan dengan UMKM harus ditingkatkan," ujarnya.

Dorongan kemitraan itu menyasar perusahaan besar yang beroperasi di Kalbar. Tujuannya, rantai ekonomi daerah ikut memanjang dan manfaat investasi tidak berhenti di kalangan pengusaha besar saja.

Perbatasan Malaysia dan Pelabuhan Kijing Jadi Pintu Masuk Investasi

Posisi geografis Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadi salah satu daya tarik investasi. Keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah juga dinilai menopang konektivitas perdagangan dan logistik daerah.

Dokumen Kementerian Perhubungan mencatat adanya konsesi pengusahaan jasa kepelabuhanan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak dengan PT Pelabuhan Indonesia. Nilai realisasi investasi yang disepakati dalam dokumen tersebut tercatat sekitar Rp3,28 triliun hingga periode yang dilaporkan.

Pengembangan kawasan perbatasan diarahkan tidak hanya sebagai jalur keluar-masuk orang dan barang. Kawasan itu punya peluang tumbuh sebagai ruang perdagangan, jasa, pariwisata, dan investasi lintas negara.

Manfaat Investasi Diarahkan Sampai ke Pelaku Ekonomi Lokal

Penguatan kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM disebut menjadi bagian penting agar manfaat investasi menjangkau lebih banyak pelaku ekonomi lokal. Dukungan konektivitas perdagangan dan posisi strategis Kalbar diharapkan membuat investasi memperluas rantai ekonomi daerah.

Pemerintah daerah mendorong kemudahan berinvestasi berjalan beriringan dengan penguatan kemitraan. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat dirasakan masyarakat Kalimantan Barat.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks