PONTIANAK — Tim monitoring dari Kanwil KemenHAM Kalteng Wilayah Kerja Kalbar menyisir sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pontianak, Rabu. Mereka tidak sekadar melihat dokumen, tetapi meninjau langsung proses pengolahan makanan, standar kebersihan fasilitas, hingga mekanisme distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kanwil KemenHAM Kalteng Wilayah Kerja Kalbar, Untung Wibawa, menegaskan bahwa pemenuhan gizi bukan sekadar urusan kesehatan. "Pemenuhan gizi bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga merupakan bagian dari pemenuhan hak asasi manusia," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Pontianak.
Negara Wajib Jamin Akses Pangan Bergizi untuk Anak dan Kelompok Rentan
Untung menekankan negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menjamin setiap warga negara memperoleh akses terhadap makanan yang bergizi, aman, dan layak. Hal ini terutama berlaku bagi anak-anak dan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus. Menurutnya, pemenuhan hak atas pangan dan gizi yang baik menjadi fondasi penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong terciptanya sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
"Melalui monitoring ini, kami ingin memastikan layanan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," tambah Untung Wibawa.
Evaluasi Langsung: Dari Kebersihan Dapur hingga Kendala di Lapangan
Dalam kegiatan tersebut, tim tidak hanya memeriksa aspek teknis penyajian makanan. Mereka juga berdialog dengan para pengelola SPPG untuk memperoleh gambaran utuh mengenai pelaksanaan program di lapangan, termasuk berbagai kendala yang dihadapi selama proses pelayanan sehari-hari.
Salah seorang pelaksana monitoring, Binardi Rizi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan program pemenuhan gizi pemerintah berjalan efektif. "Kami ingin melihat secara langsung bagaimana proses pelayanan berjalan, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan. Kami juga memastikan bahwa aspek kebersihan, kualitas makanan, dan akses penerima manfaat telah berjalan sesuai dengan tujuan program," katanya.
Binardi menambahkan, pemenuhan gizi yang optimal memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, penyelenggara layanan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar program pemenuhan gizi dapat berjalan berkelanjutan.
Monitoring Jadi Sarana untuk Perbaikan Layanan ke Depan
Kegiatan monitoring ini juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi. Tim mengidentifikasi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan layanan pemenuhan gizi sekaligus menghimpun masukan dari para pengelola. Hasilnya akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan, memastikan setiap program benar-benar menyentuh kelompok yang membutuhkan.
Melalui pengawasan ketat ini, Kanwil KemenHAM Kalteng Wilayah Kerja Kalbar menegaskan komitmennya dalam mengawal pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di Kalimantan Barat. Fokus utama tetap pada hak atas pangan dan gizi yang layak bagi anak-anak serta kelompok rentan di wilayah tersebut.