Pencarian

Pemkot Singkawang Perkuat Edukasi Orang Tua dan Layanan Posyandu untuk Percepatan Pencegahan Stunting 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 • 12:13:14 WIB
Pemkot Singkawang Perkuat Edukasi Orang Tua dan Layanan Posyandu untuk Percepatan Pencegahan Stunting 2026
Petugas Posyandu di Singkawang memberikan edukasi pola asuh kepada orang tua balita.

SINGKAWANG — Angka prevalensi stunting di Kota Singkawang masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah. Meski tren menunjukkan penurunan, Dinas Kesehatan mencatat masih ada ribuan balita yang masuk kategori berisiko, sehingga strategi pencegahan harus diubah dari pendekatan kuratif ke preventif.

Edukasi Orang Tua Jadi Prioritas Utama

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih fokus pada pemberian makanan tambahan, Pemkot Singkawang kini menggeser anggaran dan tenaga ke program edukasi pola asuh. Dinkes menggandeng kader Posyandu dan PKK untuk memberikan pelatihan rutin kepada orang tua, terutama ibu hamil dan menyusui, tentang pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Kami ingin orang tua tidak hanya tahu soal gizi, tapi juga paham cara memantau tumbuh kembang anak secara mandiri,” kata Kepala Dinkes Singkawang dalam rapat koordinasi pekan lalu. Program ini menyasar 12 Posyandu prioritas yang memiliki jumlah balita terbanyak.

Posyandu Diperkuat dengan Alat Deteksi Dini

Selain edukasi, layanan Posyandu di 26 kelurahan akan dilengkapi alat antropometri terbaru untuk mengukur tinggi dan berat badan balita secara lebih akurat. Selama ini, banyak kasus stunting baru terdeteksi saat anak sudah berusia di atas dua tahun, ketika intervensi sudah terlambat.

Pemkot juga memastikan setiap Posyandu memiliki tenaga kesehatan tetap yang bisa melakukan skrining rutin setiap bulan. Targetnya, pada 2026 seluruh balita di Singkawang sudah terdaftar dan dipantau secara berkala melalui sistem informasi Posyandu digital.

Anggaran dan Kolaborasi Lintas Sektor

Program ini didukung oleh anggaran dari APBD Singkawang dan dana alokasi khusus kesehatan. Pemkot juga menggandeng Bappeda dan Dinas Sosial untuk memastikan keluarga dengan anak stunting mendapat bantuan pangan dan akses layanan kesehatan gratis.

“Kami tidak bisa kerja sendiri. Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga kemiskinan dan akses informasi,” tambahnya. Rapat koordinasi dengan camat dan lurah terus digencarkan untuk menyelaraskan data penerima manfaat.

Apa Target Konkret Pemkot Singkawang?

Pemkot menargetkan angka stunting turun di bawah 14 persen pada akhir 2026. Saat ini, angka prevalensi masih di kisaran 18 persen berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM). Untuk mencapai target itu, setiap Posyandu wajib melaporkan data balita ke Dinkes setiap bulan tanpa terkecuali.

Jika berhasil, Singkawang akan menjadi salah satu kota pertama di Kalimantan Barat yang memenuhi target nasional penurunan stunting lebih cepat dari jadwal. Langkah selanjutnya, Pemkot akan mengevaluasi efektivitas program setiap enam bulan dan menyesuaikan strategi jika diperlukan.

Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks