KALIMANTAN BARAT — Ford Amerika Serikat mengeluarkan peringatan darurat bagi pemilik 4.653 unit Bronco Sport (2021-2026) dan Maverick (2022-2026). National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengonfirmasi bahwa komponen lower control arm ball joint pada kendaraan tersebut berpotensi tidak terpasang dengan benar. Jika komponen ini gagal, lengan kontrol bisa terlepas sepenuhnya dari knuckle roda depan.
Ball Joint Tidak Terpasang dengan Benar di Jalur Perakitan
Menurut dokumen yang diajukan ke NHTSA, masalah ini terjadi karena kesalahan pemasangan atau perbaikan di pabrik perakitan. Ford menduga kesalahan ini spesifik terjadi pada satu jalur produksi tertentu. Hal ini menjelaskan mengapa jumlah unit yang terdampak tergolong kecil, hanya sebagian kecil dari total populasi Bronco Sport dan Maverick yang beredar.
"A detached control arm can cause a loss of vehicle control, increasing the risk of a crash," demikian pernyataan NHTSA terkait recall ini. Artinya, lengan kontrol yang terlepas bisa menyebabkan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan, yang secara langsung meningkatkan risiko kecelakaan.
Prosedur Perbaikan dan Cara Cek Unit Anda
Ford menginstruksikan pemilik untuk tidak mengendarai kendaraan mereka sampai perbaikan selesai dilakukan. Kabar baiknya, langkah perbaikannya relatif sederhana: teknisi Ford akan memeriksa dan memperbaiki ball joint lower control arm depan sesuai kebutuhan. Seluruh biaya perbaikan ditanggung oleh Ford, sebagaimana diwajibkan oleh hukum federal AS.
Pemilik yang khawatir unitnya terdampak dapat mengecek melalui situs resmi NHTSA dengan memasukkan nomor Vehicle Identification Number (VIN) kendaraan mereka. Recall ini hanya berlaku untuk pasar Amerika Serikat dan belum ada informasi mengenai dampaknya terhadap unit yang beredar di Indonesia.
Skala Kecil, Dampak Serius
Meski hanya 4.653 unit yang masuk dalam peringatan ini, sifat masalahnya membuat Ford tidak bisa setengah-setengah. Kerusakan pada ball joint lower control arm bisa menyebabkan roda depan ambruk atau berubah posisi secara tiba-tiba saat mobil melaju. Dalam kecepatan tinggi, kondisi ini sangat sulit dikendalikan oleh pengemudi.
Langkah Ford mengeluarkan peringatan Do-Not-Drive menunjukkan bahwa pabrikan menilai risiko ini cukup tinggi. Biasanya, peringatan semacam ini hanya dikeluarkan untuk masalah yang langsung mengancam keselamatan jiwa, seperti kasus kebakaran atau kegagalan komponen kemudi secara tiba-tiba.