MEMPAWAH — Bupati Mempawah mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang tidak tergantikan. Menurutnya, di tengah gempuran informasi dan budaya asing yang masuk tanpa filter, Pancasila berfungsi sebagai filter moral dan etika berbangsa.
Ancaman Global yang Menggerus Identitas Bangsa
Bupati menyoroti derasnya pengaruh budaya populer asing yang kerap bertabrakan dengan norma lokal. Ia menilai, tanpa pegangan ideologi yang kuat, generasi muda rentan kehilangan jati diri.
“Pancasila bukan sekadar simbol negara. Ini adalah perjanjian luhur para pendiri bangsa yang harus kita rawat bersama. Di era digital seperti sekarang, nilai-nilai Pancasila menjadi tameng agar kita tidak tercerabut dari akar budaya sendiri,” kata Bupati dalam sambutannya.
Bukan Sekadar Hafalan, Tapi Praktik Sehari-hari
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa internalisasi Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan di bangku sekolah. Ia mendorong agar nilai gotong royong, musyawarah, dan keadilan sosial benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mulai dari lingkungan keluarga, RT/RW, hingga di media sosial. Saling menghargai perbedaan, tidak mudah terprovokasi, dan mengedepankan dialog adalah wujud nyata pengamalan sila keempat dan kelima,” imbuhnya.
Apa Langkah Pemkab Mempawah Selanjutnya?
Pemerintah Kabupaten Mempawah berencana menggandeng tokoh agama, pendidik, dan komunitas pemuda untuk merancang program pembinaan ideologi yang lebih aplikatif. Program ini diharapkan tidak bersifat seremonial, tetapi menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Bupati juga menginstruksikan jajaran dinas pendidikan untuk mengintegrasikan simulasi pengambilan keputusan berbasis musyawarah dalam kurikulum muatan lokal. Langkah ini dinilai krusial untuk membekali pelajar menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas kebangsaan.