SAMBAS — Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Bupati Sambas saat peringatan Hari Lahir Pancasila digelar, Kamis (1/6) pagi. Peserta upacara, mulai dari pelajar hingga pejabat daerah, tampak serius mengikuti rangkaian acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna.
Nilai Pancasila sebagai Perekat Sosial
Dalam sambutannya, Pj Bupati Sambas menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara. Lebih dari itu, ideologi ini menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat yang heterogen.
“Peringatan ini harus menjadi momentum bagi kita semua untuk merefleksikan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan suku di Bumi Sambas,” ujarnya.
Mengapa Peringatan Ini Penting bagi Warga Sambas?
Sambas dikenal sebagai salah satu kabupaten di Kalbar dengan tingkat keragaman etnis dan agama yang tinggi. Mulai dari Melayu, Dayak, Tionghoa, hingga Bugis hidup berdampingan. Tanpa perekat yang kuat, potensi gesekan sosial selalu mengintai.
Peringatan Hari Lahir Pancasila dinilai menjadi pengingat kolektif bahwa perbedaan adalah keniscayaan yang harus dikelola, bukan dipertentangkan. Sejumlah tokoh adat yang hadir pun menyambut positif seruan tersebut.
Aksi Nyata: Gotong Royong Usai Upacara
Tak hanya seremonial, rangkaian acara dilanjutkan dengan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan kantor bupati dan fasilitas umum di sekitar pusat kota. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan ASN dan anggota komunitas pemuda setempat.
“Gotong royong ini wujud nyata pengamalan sila ketiga. Kami ingin menunjukkan bahwa semangat persatuan tidak berhenti di atas kertas, tapi dilakukan langsung di lapangan,” tambah Pj Bupati.
Harapan ke Depan: Generasi Muda sebagai Garda Terdepan
Pemerintah Kabupaten Sambas berharap peringatan ini bisa menular ke generasi muda. Rencananya, akan ada program pembinaan ideologi Pancasila yang menyasar sekolah-sekolah dan karang taruna di 19 kecamatan.
Dengan cara ini, nilai-nilai luhur bangsa tidak hanya dikenang setiap tanggal 1 Juni, tetapi benar-benar menjadi panduan dalam bertindak dan berinteraksi di tengah masyarakat yang terus berubah.