SINTANG — Bupati Sintang Bala mendorong Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat untuk tidak hanya menjadi simbol, tetapi bergerak lebih konkret dalam menyebarkan pesan-pesan perdamaian. Menurutnya, di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, peran FKUB sebagai jembatan komunikasi antarkelompok agama menjadi sangat krusial.
Mengapa Seruan Ini Muncul Sekarang?
Pernyataan Bupati Bala tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Sintang, yang memiliki komposisi penduduk dari berbagai latar belakang suku dan agama, dinilai rentan terhadap isu-isu yang berpotensi memecah belah. Bupati menilai FKUB adalah garda terdepan yang bisa meredam potensi konflik sejak dini.
"FKUB harus menjadi motor penggerak kerukunan, bukan sekadar tempat berkumpul. Kampanye perdamaian harus sampai ke tingkat RT dan komunitas," ujar Bupati Bala dalam sebuah kesempatan di Sintang, beberapa waktu lalu.
Strategi Baru untuk Kampanye Kerukunan
Bupati meminta agar FKUB merancang program yang lebih menyentuh langsung masyarakat akar rumput. Tidak cukup hanya dengan dialog formal di ruang pertemuan, tetapi perlu ada aksi nyata seperti kegiatan sosial bersama lintas iman atau kunjungan ke tempat-tempat ibadah. Hal ini dinilai efektif untuk membangun rasa saling percaya dan memahami.
Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen mendukung penuh setiap program FKUB yang bertujuan memperkuat kohesi sosial. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat moril, tetapi juga pendanaan jika diperlukan untuk kegiatan-kegiatan yang terukur dan berdampak luas.
Apa Langkah Selanjutnya bagi FKUB Sintang?
Pasca pernyataan bupati, FKUB Sintang diharapkan segera menyusun peta jalan (roadmap) kegiatan untuk satu tahun ke depan. Fokus utama adalah memperkuat jejaring dengan tokoh agama, pemuda, dan aparat keamanan di tingkat kecamatan hingga desa. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, diharapkan pesan damai bisa terus bergema dan kerukunan umat beragama di Sintang tetap terjaga.