Telkom Pindahkan 90% Aset Infrastruktur Jaringan ke Infranexia Rp 49,9 T

Penulis: Vikri Alfandi  •  Rabu, 30 September 2026 | 21:49:01 WIB
Telkom resmi mengalihkan lebih dari 90% aset infrastruktur jaringannya kepada Infranexia senilai Rp 49,9 triliun.

KALIMANTAN BARAT — Telkom Indonesia resmi mengalihkan lebih dari 90% aset infrastruktur jaringannya kepada Telkom Infrastruktur Indonesia (Infranexia) dengan nilai transaksi Rp 49,9 triliun. Pemisahan aset dilakukan dalam dua tahap setelah pemegang saham menyetujui rencana ini dalam RUPSLB yang digelar Rabu (30/9/2026). Langkah ini menandai pergeseran model bisnis Telkom dari operating holding menjadi strategic holding.

Infranexia kini mengelola lebih dari 90% total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki Telkom. Aset tersebut mencakup jaringan akses ke pelanggan, core backbone, hingga infrastruktur pendukung lainnya.

Secara keseluruhan, Infranexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik. Dari jumlah itu, 26.000 kilometer di antaranya merupakan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang terbentang di seluruh Indonesia, atau hampir setara tiga kali keliling Bumi.

Dua Tahap Pemisahan Aset

Pengalihan infrastruktur dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama telah berjalan sebelumnya, sementara tahap kedua dirampungkan setelah persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom.

Direktur Utama Telkom Indonesia Nanang Hendarno menyebut persetujuan itu sebagai landasan untuk merampungkan proses pemisahan.

"Persetujuan ini menjadi landasan bagi Telkom Group untuk merampungkan proses pemisahan yang mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap agenda transformasi yang kami jalankan," ujar Nanang di konferensi pers Spin-Off InfraCo Tahap 2 di kantor Telkom.

Meski kepemilikan saham mayoritas dipegang Telkom sebesar lebih dari 99%, Infranexia akan tetap beroperasi secara profesional dalam melayani seluruh pelanggannya.

Bagian dari Strategi TLKM 30

Nanang menjelaskan, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi TLKM 30, tepatnya pilar ketiga tentang Unlocking Value. Pilar itu bertujuan memonetisasi aset bernilai tinggi sekaligus mengoptimalkan pengelolaan aset untuk meningkatkan nilai dan peluang pertumbuhan melalui Infranexia.

"Dengan lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan Telkom yang kini resmi diperoleh Infranexia, kami melihat peluang yang semakin besar untuk meningkatkan utilisasi asetnya, memperluas infrastruktur sharing dan pengetahuan strategis, serta membuka akses bagi banyak pelaku industri di Indonesia," tuturnya.

Menurut Nanang, langkah ini juga mempercepat pemerataan konektivitas digital di Indonesia. Infranexia diposisikan sebagai penyedia layanan wholesale connectivity yang membuka akses infrastruktur bagi pelaku industri lain.

Model Bisnis HoldCo-OpCo

Pemisahan aset ini merupakan bagian dari transformasi korporasi Telkom dari operating holding menjadi strategic holding dengan model HoldCo-OpCo (Holding Company-Operating Company). Dalam skema itu, Telkom berperan sebagai perusahaan induk yang mengatur portofolio, sementara operasional bisnis dijalankan entitas terpisah.

"Oleh sebab semakin fokus, kami ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan bisnisnya secara lebih agile dengan lini usaha yang terkonsentrasi. Sementara, Telkom dapat lebih mempertahankan infrastruktur strategis seperti penguatan data kelola dan sinergi penciptaan nilai di tingkat grup," ujar Nanang.

Dengan model ini, Telkom berharap lini usahanya lebih terkonsentrasi dan mampu bergerak lebih lincah menghadapi pasar. Infrastruktur strategis tetap dipertahankan di tingkat grup untuk menjaga sinergi penciptaan nilai.

Harapan ke Depan

Nanang berharap Infranexia dapat menjadi katalis sumber pendapatan baru bagi Telkom Group ke depan.

"Menciptakan keuntungannya berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi yang semakin kuat terhadap kinerja serta value creation bagi pemegang saham dan seluruh pemegang kepentingan," ucapnya.

Langkah ini diharapkan menghadirkan layanan konektivitas yang lebih andal dan berkualitas tinggi. Telkom Group juga menargetkan perluasan penetrasi fixed broadband untuk mendukung percepatan pemerataan konektivitas digital nasional.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top