Pascakarhutla, GEMPUR Kalbar Survei Titik Sekat Kanal di Desa Kalibandung Kubu Raya

Penulis: Yoga Permadi  •  Senin, 28 September 2026 | 06:47:01 WIB
Tim GEMPUR Kalimantan Barat bersama JARI Indonesia Borneo Barat melakukan survei titik sekat kanal di Desa Kalibandung, Kubu Raya.

KUBU RAYA — Tim GEMPUR Kalimantan Barat bersama JARI Indonesia Borneo Barat turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi lokasi yang dinilai tepat bagi pembangunan sekat kanal. Mereka juga berdiskusi dengan pengurus Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Kalibandung agar rencana pembangunan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan warga.

Sekat kanal merupakan metode restorasi gambut dengan menahan aliran air pada kanal-kanal buatan. Tujuannya menjaga tinggi muka air tanah agar gambut tetap lembap, sehingga tidak mudah mengering dan terbakar saat musim kemarau.

Mengapa Kalibandung Butuh Sekat Kanal Tambahan

Koordinator GEMPUR Kalimantan, Beny Than Heri, menyatakan pembangunan sekat kanal menjadi langkah pemulihan gambut sekaligus pencegahan agar kebakaran tidak berulang. Menurutnya, gambut yang tetap basah akan lebih terlindungi dari ancaman kebakaran.

"Kalibandung baru saja menghadapi karhutla. Karena itu, pembangunan sekat kanal menjadi langkah pemulihan sekaligus pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Gambut yang tetap basah akan lebih terlindungi dari ancaman kebakaran," kata Beny.

Survei dilakukan untuk menentukan titik yang paling efektif dalam mengendalikan aliran air pada kanal-kanal buatan. Hasil survei nantinya menjadi dasar sebelum pembangunan fisik sekat kanal dilakukan.

Baru Tiga Unit, Kebutuhan Capai 15 Sekat Kanal

Berdasarkan diskusi dengan Usman, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kalibandung, kebutuhan sekat kanal di desa tersebut masih cukup banyak. Kalibandung diperkirakan membutuhkan sedikitnya 15 unit sekat kanal yang tersebar di sejumlah kawasan gambut rawan terbakar.

Saat ini baru terdapat tiga unit sekat kanal yang telah dibangun. Dengan tambahan satu unit dari GEMPUR, jumlahnya nanti menjadi empat unit.

"Satu sekat kanal memang belum akan memenuhi seluruh kebutuhan desa. Namun, ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat perlindungan kawasan gambut sembari mendorong kolaborasi agar pembangunan sekat kanal di titik-titik prioritas lainnya dapat terus berlanjut," ujar Beny.

Masyarakat Desa Jadi Bagian Utama Restorasi

Beny menegaskan upaya restorasi gambut perlu melibatkan masyarakat desa, termasuk LPHD yang selama ini berperan dalam pengelolaan hutan desa. "Kami ingin memastikan masyarakat menjadi bagian utama dari proses ini, mulai dari perencanaan hingga pengelolaan setelah sekat kanal dibangun," katanya.

Program pembangunan sekat kanal tersebut mendapat dukungan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Yayasan KEHATI) melalui program Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan. Dukungan diarahkan untuk memperkuat restorasi gambut berbasis masyarakat di Kalimantan Barat sekaligus mencegah kebakaran berulang.

Selain mengurangi risiko kebakaran, pengelolaan tata air gambut diharapkan mendukung upaya pengurangan emisi karbon dari kawasan gambut. Setelah survei selesai, GEMPUR bersama para mitra akan menyusun hasil pemetaan sebagai dasar penentuan desain dan lokasi pembangunan sekat kanal pada tahap berikutnya.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top