Paguyuban Sunda S4 Kalbar Rayakan Milangkala ke-67, Bantuan Disalurkan ke Warga Terdampak Karhutla di 3 Kabupaten

Penulis: Zainul Arifin  •  Minggu, 27 September 2026 | 09:16:01 WIB
Ketua Umum Paguyuban Sunda S4 Kalbar, Dede Suratman, menyampaikan sambutan pada Milangkala ke-67 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat.

PONTIANAK — Milangkala ke-67 Paguyuban Sunda S4 Kalbar mempertemukan keluarga besar organisasi, jajaran pengurus, perwakilan paguyuban dari berbagai etnis, serta utusan dari 14 kabupaten dan kota se-Kalbar. Acara berlangsung di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak.

Perayaan tahun ini tidak sekadar mengenang perjalanan panjang organisasi. Panitia menyiapkan rangkaian kegiatan sosial yang menyasar warga terdampak karhutla di tiga kabupaten.

Kolaborasi dengan Telkom untuk Korban Karhutla

Ketua Umum Paguyuban Sunda S4 Kalbar, Dede Suratman, menyebut penyaluran bantuan tahun ini berbeda dari peringatan sebelumnya. Paguyuban menggandeng Telkom untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak karhutla.

"Tahun ini yang agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kita juga ada kolaborasi dengan Telkom untuk memberikan bantuan kepada yang terdampak karhutla," ujar Dede.

Bantuan diprioritaskan bagi warga di Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya. Jenis bantuan meliputi kebutuhan dapur umum, air bersih, air minum, serta sembako.

Dede menjelaskan, Milangkala merupakan peringatan ulang tahun ke-67 Paguyuban Sunda S4 Kalbar. S4 adalah kependekan dari Simpay Seuweu Siwi Siliwangi.

"Ini adalah perayaan Milangkala. Milangkala itu adalah ulang tahun yang ke-67 dari Paguyuban Sunda S4 Kalimantan Barat. S4 itu adalah Simpai Seuweu Siwi Siliwangi," katanya.

Perjalanan 15 Jam Demi Bertemu Saudara Sesama Sunda

Semangat persaudaraan terasa bagi Yana, warga asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang kini tinggal di kawasan transmigrasi umum Melano, Kabupaten Kayong Utara. Pria berusia 50 tahun itu menempuh perjalanan sekitar 15 jam menggunakan klotok atau motor air kayu untuk menghadiri Milangkala di Pontianak.

"Saya tinggal di Transmigrasi umum sejak tahun 2013 daerah Melano Kabupaten Kayong Utara," ujar Yana.

Perjalanan panjang itu terbayar saat ia bertemu banyak warga Sunda dalam kegiatan tersebut. Matanya berkaca-kaca, sementara senyumnya menunjukkan kegembiraan setelah bertemu saudara dari daerah asal.

"Alhamdulillah hari ini jumpa banyak saudara. Serasa di daerah sendiri," tutur Yana.

Cerita serupa datang dari Aan, warga yang telah puluhan tahun tinggal di Mempawah. Pensiunan prajurit infanteri itu mengatakan keluarganya masih meneruskan pengabdian di lingkungan militer.

"Saya sudah puluhan tahun tinggal di Mempawah. Saya dulu tentara aktif, infanteri, tugas di sini. Sekarang saya sudah pensiun. Anak dan cucu saya juga jadi tentara," kata Aan.

Ia mengaku bahagia dapat bertemu saudara sesama Sunda dalam momentum Milangkala. "Ini luar biasa bisa jumpa saudara dari Sunda semua," ujarnya.

Ketua Panitia: Orientasi Kegiatan Mempererat Persaudaraan Antaretnik

Ketua Panitia Milangkala ke-67, Tedi Rukmantara, mengatakan kegiatan diarahkan untuk mempererat hubungan antarpaguyuban dan membangun kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kalbar. Gubernur Kalbar disebut mengundang seluruh ketua paguyuban dari semua etnis.

"Pak Gubernur juga kan mengundang, menghadirkan semua ketua paguyuban dari semua etnis. Alhamdulillah kumpul semua. Karena ada orientasinya adalah untuk semakin mempererat persaudaraan dari antaretnik," kata Tedi.

Pemprov Kalbar: Identitas Budaya Jadi Jembatan Persatuan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan apresiasi terhadap perjalanan Paguyuban Sunda S4 selama 67 tahun. Apresiasi disampaikan Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Hendra, yang hadir mewakili Gubernur Kalbar Ria Norsan.

Hendra mengatakan keberadaan Paguyuban Sunda S4 telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Kalbar dalam menjaga silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta melestarikan budaya Sunda. Menurutnya, pelestarian budaya tidak berarti membatasi diri dari keberagaman.

"Hal ini sejalan dengan filosofi luhur 'di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'. Masyarakat tetap bangga dengan jati diri dan budaya asal, namun tetap menghormati kearifan lokal serta aktif menjadi bagian dari harmoni kehidupan di Kalbar," kata Hendra.

Hendra menambahkan Kalbar merupakan rumah bersama bagi masyarakat dengan latar suku bangsa, agama, dan budaya beragam. Sinergi seluruh paguyuban dinilai penting untuk menjaga kerukunan serta memperkuat persatuan.

Ia turut mengapresiasi kepedulian sosial Paguyuban Sunda S4 melalui penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla. "Mengingat tantangan karhutla di Kalbar masih memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan, kami mengajak seluruh anggota paguyuban serta masyarakat luas untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar," ujarnya.

Hendra mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran. "Budaya harus tetap dilestarikan, persaudaraan dikuatkan, lingkungan dijaga, dan Kalbar dibangun bersama-sama demi mewujudkan daerah yang aman," katanya.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top