NAGOYA — Yu Zidi memimpin perlombaan sejak start hingga menyentuh garis finis. Catatan waktunya mempertajam rekor Asian Games sebelumnya dengan selisih hampir 4,5 detik.
Waktu 4 menit 28,56 detik itu juga menempatkan Yu di urutan keempat daftar catatan waktu terbaik dunia sepanjang 2026. Hanya Summer McIntosh, perenang Kanada pemegang rekor dunia, yang tercatat lebih cepat darinya di nomor tersebut tahun ini.
Yu finis dengan keunggulan 3,95 detik atas rekan senegaranya, Ke Wenxi, yang meraih perak. Medali perunggu menjadi milik perenang Jepang, Mio Narita.
Dominasi Yu di nomor 400 meter gaya ganti melengkapi penampilannya sepanjang gelaran Asian Games kali ini. Ia sebelumnya naik podium tertinggi pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu dan 200 meter gaya ganti perorangan.
Bukan hanya emas yang dikumpulkan Yu. Pada dua nomor sebelumnya, perenang muda China itu juga mencatatkan rekor Asian Games.
Konsistensi tersebut membuat namanya mulai diperhitungkan menjelang Olimpiade Los Angeles 2028. Usia Yu yang baru 13 tahun memberi ruang pengembangan teknis yang masih panjang.
Prestasi serupa datang dari cabang angkat besi. Lifter Korea Utara Ri Song Gum mencetak tiga rekor dunia dalam perjalanan meraih medali emas kelas 49 kilogram putri.
Atlet berusia 28 tahun itu mencatatkan angkatan 94 kg pada snatch dan 121 kg pada clean and jerk. Kedua angkatan tersebut masing-masing melampaui rekor dunia sebelumnya sebesar 1 kg.
Ri menutup pertandingan dengan total angkatan 215 kg, sekitar 4 kg lebih tinggi dari rekor dunia sebelumnya. Torehan itu mengantarkannya ke podium tertinggi sekaligus menambah catatan prestasinya di ajang Asian Games.
"Rekor dunia dan medali emas ini memiliki arti yang sangat besar bagi saya karena semua yang telah saya curahkan dalam kompetisi ini," ujarnya, seperti dilansir BBC.